Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Bersama Dengan PT Kalventis Sinergi Farma dan Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI Memberikan Vaksin Influenza Kuadrivalen Kepada Lebih dari 600 Tenaga Kesehatan Dalam Rangka Pekan Imunisasi Sedunia 2023

  • Berdasarkan hasil riset Centers for Disease Control and Prevention (CDC)
    di Jakarta Timur, Indonesia, sekitar 31% kasus Influenza Like Illness dan 15%
    kasus Severe Acute Respiratory Infection terbukti positif karena virus
    Influenza. Selain beban penyakit, beban ekonomi dari biaya rawat inap serta
    rawat jalan (direct cost) juga tinggi, mencapai Rp1.396 triliun di Indonesia.
    WHO menyatakan, vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah
    penyakit infeksi Influenza.
  • Vaksinasi Influenza Kuadrivalen tahunan sangat penting terutama bagi
    orang-orang yang berisiko tinggi, di antaranya tenaga kesehatan yang
    berinteraksi langsung dengan pasien karena risiko tertular di tempat kerja
    lebih tinggi, risiko tenaga kesehatan menularkan influenza ke pasien rentan,
    untuk mempertahankan komitmen rumah sakit untuk mengutamakan
    patient-safety, dan mengurangi ketidakhadiran kerja para tenaga kesehatan
    spesialis yang sulit digantikan sehingga keberlangsungan pelayanan
    kesehatan tetap terjaga.
  • Selain tenaga kesehatan, kelompok rentan lainnya seperti populasi diabetes,
    memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh sehingga lebih mudah terkena
    infeksi influenza yang berat juga sangat direkomendasikan untuk
    mendapatkan vaksinasi influenza tahunan untuk menurunkan angka rawat
    inap dan kematian yang disebabkan virus influenza.

Jakarta, 11 Mei 2023 – Dalam rangka memperingati Pekan Imunisasi Dunia tahun
2023, Dinas Kesehatan DKI Jakarta dengan didukung oleh Kalventis dan Satgas
Imunisasi Dewasa PB PAPDI memberikan vaksinasi Influenza kepada lebih dari 600
tenaga kesehatan. Kemitraan ini menjadi salah satu langkah dalam menjaga dan
melindungi orang-orang yang berisiko tinggi, dalam hal ini tenaga kesehatan yang
berinteraksi langsung dengan pasien, yang diselenggarakan di RSUD Pasar Minggu –
Jakarta Selatan.

Pada kesempatan ini, Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI, Penasihat
Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI mengatakan bahwa penyakit flu yang
disebabkan virus influenza umumnya menyerang saluran pernapasan dengan
insiden setiap tahunnya mencapai 1 miliar kasus di seluruh dunia. Kasus influenza
berat setiap tahunnya dapat mencapai 5 juta kasus dan angka kematian hingga
650.000 kasus.

Beliau turut menambahkan, “Influenza bukan sekadar batuk pilek biasa atau yang
seringkali dikenal dengan common cold, gejala influenza lebih berat dan dapat
menyebabkan komplikasi serius pada sistem organ lainnya. Influenza dapat memicu
serangan jantung dan stroke, dan memperburuk kondisi komorbid yang sudah ada
seperti diabetes dan penyakit kronik lainnya.

Berdasarkan hasil riset Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Jakarta Timur, Indonesia, sekitar 31% kasus Influenza Like Illness dan 15% kasus Severe Acute Respiratory Infection terbukti positif karena virus Influenza. Tidak hanya itu, berdasarkan Kosen S, “Health and direct economic cost of Influenza disease in Indonesia,” presentasi pada workshop Dampak Kesehatan dan Ekonomi Influenza, 2012, Influenza juga memakan biaya sekitar Rp831 miliar untuk kasus rawat jalan, Rp540 miliar untuk kasus rawat inap, sehingga total direct cost mencapai Rp1,396 triliun di Indonesia. Sementara, menurut WHO Vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyakit infeksi influenza.

Saat ini, berbagai organisasi profesi internasional (WHO dan CDC) dan Indonesia (Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI) merekomendasikan semua tenaga kesehatan melakukan vaksinasi influenza tahunan karena beberapa alasan, di antaranya:
risiko tertular di tempat kerja yang lebih tinggi, mengurangi risiko tenaga kesehatan menularkan influenza ke pasien rentan, mempertahankan citra dan etika rumah sakit yang berkomitmen untuk mengutamakan patient-safety, dan mengurangi ketidakhadiran kerja para tenaga kesehatan spesialis yang sulit digantikan sehingga keberlangsungan pelayanan kesehatan tetap terjaga.

Virus influenza di alam bebas terus berubah, data epidemiologi terkini menunjukkan empat strain virus Influenza bersirkulasi secara bersamaan, yaitu: Influenza A/H1N1, A/H3N2, B/Victoria, dan B/Yamagata. Vaksinasi Influenza Kuadrivalen memberikan perlindungan lebih luas terhadap virus flu yang beredar karena mencakup dua strain influenza A dan dua lineage influenza B. Oleh karena itu, vaksinasi Influenza Kuadrivalen tahunan sangat penting terutama bagi orang-orang yang berisiko tinggi, salah satunya tenaga kesehatan yang berinteraksi langsung dengan pasien.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, MM, mengatakan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi semua pihak yang telah ikut berperan aktif dalam mendukung upaya pencegahan penyebaran penyakit menular dan melakukan edukasi pentingnya vaksinasi kepada masyarakat di DKI Jakarta.

“Kita harus mampu bersama-sama mengenal risiko penularan virus influenza sehingga tidak menjadi masalah bagi kesehatan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan di antaranya adalah melakukan upaya peningkatan pemahaman terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Selain itu, pencegahan terkait virus influenza ini juga terdapat pilihan yang sangat dianjurkan oleh para Ahli Penyakit Dalam yaitu imunisasi influenza,” ujar Ani.
Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD, Ketua Umum PB PERKENI, dalam paparannya turut menambahkan, Menurut data International Diabetes Federation (IDF) 2021, Indonesia masuk dalam lima besar peringkat untuk penderita diabetes di dunia dan diperkirakan jumlahnya akan terus meningkat setiap tahunnya.

Penderita diabetes lebih rentan terkena infeksi karena adanya gangguan sistem kekebalan tubuh. Maka dari itu, ketika penderita diabetes terkena infeksi influenza dampaknya menjadi lebih berat, terjadi peningkatan risiko rawat inap naik hingga 3-6 kali lipat, risiko masuk ICU hingga 4 kali lipat, dan risiko kematian hingga 6 kali lipat dibandingkan dengan orang tanpa diabetes.

Vaksinasi influenza pada pasien diabetes terbukti dapat menurunkan angka rawat inap dan kematian. Respons imun yang dihasilkan vaksin influenza pada penderita diabetes secara umum sebanding dengan dewasa sehat lainnya. Data menunjukkan vaksinasi influenza menurunkan angka kejadian rawat inap yang disebabkan kejadian kardiovaskular pada pasien diabetes tipe 2, termasuk serangan jantung, gagal jantung, dan stroke.

Data dari berbagai negara juga menunjukkan bahwa meningkatkan cakupan vaksinasi influenza pada kelompok diabetes, selain mengurangi jumlah kasus, rawat inap, dan kematian, dapat memberikan keefektifan biaya dan penghematan biaya yang signifikan.

Sehingga vaksinasi influenza sangat direkomendasikan untuk menghindari komplikasi bagi orang dengan risiko tinggi seperti pasien diabetes. Bahkan, vaksinasi influenza telah tercantum di dalam Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2021 yang dikeluarkan oleh PERKENI. Beliau menghimbau, agar para penderita diabetes dapat secara proaktif meminta vaksinasi influenza kepada dokter yang menanganinya.

Pesan Umum
Vaksinasi influenza tahunan merupakan tindakan pencegahan utama untuk mengurangi kasus kematian dan rawat inap yang disebabkan oleh virus influenza.
Sesuai dengan rekomendasi dari Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI dan PERKENI, pemberian vaksinasi influenza sekali setiap tahun sangat direkomendasikan bagi orang dewasa pada umumnya, terutama kelompok orang berisiko tinggi, misalnya pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, HIV/AIDS, asma, penyakit jantung, penyakit paru-paru, ibu hamil, lansia di atas 65 tahun, pelaku perjalanan luar negeri, dan juga para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan di bidang layanan kesehatan.

Di Indonesia sendiri, sebagian dari fasilitas kesehatan sudah melaksanakan imunisasi influenza untuk tenaga kesehatannya. Organisasi profesi juga sedang memperjuangkan agar imunisasi influenza untuk tenaga kesehatan dapat dibiayai oleh pemerintah. Langkah selanjutnya, organisasi profesi juga mendukung adanya kesinambungan program vaksinasi influenza ini untuk kelompok rentan lainnya diawali dengan populasi pasien diabetes.

Rangkaian kegiatan dalam menyambut Pekan Imunisasi Dunia 2023 ini, Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah didukung oleh Kalventis memberikan Vaksinasi Kepada lebih dari 600 tenaga kesehatan di DKI Jakarta yang menangani pasien lanjut usia serta yang menangani pasien diabetes, yang diadakan di RSUD Pasar Minggu dimulai pada tanggal 11 Mei 2023. “Kegiatan hari ini merupakan bentuk komitmen Kalventis untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran penyakit menular, serta edukasi pentingnya vaksinasi kepada masyarakat Indonesia. Ke depannya, Kalventis akan melanjutkan komitmen kami dalam mengedukasi pentingnya vaksinasi serta meningkatkan cangkupan vaksinasi di Indonesia baik untuk berbagai pihak, termasuk masyarakat umum melalui media sosial @kenapaharusvaksin, serta beragam kegiatan edukasi lainnya,” tutup Bapak Ridwan Ong, Presiden Direktur Kalventis.

Sebagai penutup, drg. Ani menambahkan “Ke depannya, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga akan terus berkomitmen dan selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya mendukung pencegahan dan pengendalian penyakit menular baik akibat virus influenza maupun virus lainnya. Perlindungan kesehatan melalui imunisasi, terutama bagi barisan terdepan di bidang kesehatan yaitu para tenaga kesehatan, merupakan suatu bagian dari tugas Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.”

Tentang Kalventis
Sebagai mitra kesehatan yang terpercaya dan berdiri sejak tahun 1950, PT Kalventis Sinergi Farma (“Kalventis”) berkomitmen menjaga keberlanjutan akses terhadap obat-obatan diabetes, gangguan jantung dan pembuluh darah, serta onkologi dan vaksin yang
berkualitas. Didukung keandalan karyawan dan fasilitas manufaktur bersertifikat GMP (Good Manufacturing Practice) serta bersertifikat halal, Kalventis siap berkontribusi dalam
meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia agar semua orang dapat
menjalani hidup yang optimal.
PT Kalventis Sinergi Farma adalah bagian dari PT Kalbe Farma Tbk. Sebelumnya, Kalventis
bernama PT Aventis Pharma (“Sanofi Indonesia”).
Informasi selengkapnya, silakan kunjungi https://www.kalventis.co.id/

Back To Top