28.5 C
Jakarta
Tuesday, May 11, 2021

Buy now

spot_img

Uni Eropa kunjungi Semarang melalui virtual roadshow, EU – Indonesia Trade Investment Meeting bahas potensi dagang dan investasi serta kerja sama bisnis

This slideshow requires JavaScript.

Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia melakukan kunjungan kerja secara virtual ke para pemangku kepentingan di Provinsi Jawa Tengah hari ini (9 Maret) untuk mendiskusikan peluang perdagangan dan investasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan sejumlah langkah untuk memfasilitasi perizinan investasi dan mempercepat kesiapan infrastruktur di provinsi tersebut. Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Bapak Vincent Piket mengatakan, ”Uni Eropa sangat mendukung Indonesia dalam upaya meningkatkan perdagangan dan investasi, khususnya di Jawa Tengah. Provinsi ini memiliki potensi yang belum tergali untuk perdagangan dan investasi yang lebih besar dengan Eropa. Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) yang tengah dirundingkan, akan meningkatkan perdagangan dan investasi, berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan pembangunan ekonomi di Indonesia.”

”Selama lebih dari 30 tahun, Uni Eropa telah bermitra dengan Indonesia untuk melaksanakan prioritas bersama, termasuk perdagangan dan investasi. Tahun lalu, Uni Eropa meluncurkan program lima tahun yaitu ARISE+ Indonesia Trade Support Facility senilai 15 juta euro. Program ini memberikan dukungan teknis kepada pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan kapasitas ekspornya dan memenuhi aturan dan standar perdagangan internasional,” kata Bapak Piket.

Dalam kunjungan kerja virtual tersebut, Delegasi Uni Eropa bekerja sama dengan Pemda Jawa Tengah dan KADIN Jawa Tengah menyelenggarakan diskusi panel tentang manfaat CEPA. Panel menghadirkan Marika Jakas, Kepala Bagian Perdagangan dan Ekonomi, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia; Ni Made Ayu Marthini, Direktur Bilateral/Negosiasi, Kementerian Perdagangan; Wahyuni Bahar, Ketua Komite Tetap Lembaga Multilateral dan Perjanjian Perdagangan Bebas, KADIN Indonesia; dan Wichard von Harrach, Wakil Ketua Kamar Dagang Eropa di Indonesia (EuroCham).

Pada kesempatan ini juga digelar sesi yang membahas potensi ekspor ke negara-negara Eropa, dipaparkan oleh Dr Prasetyo Ariwibowo, Pjs Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah; Galih Saksono, Presiden Direktur, Batang Integrated Industrial Park, Kukrit Suryo Wicaksono, Ketua KADIN Jawa Tengah.

Diskusi tersebut mengetengahkan besarnya potensi investasi di Jawa Tengah, khususnya di kawasan industri. Permintaan terhadap manufaktur, pertanian, furnitur, dan produk lain di Uni Eropa diperkirakan akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan didorong oleh EUROPEAN UNION Delegation of the European Union to Indonesia pemulihan pasca pandemi. Dengan basis pelanggan yang besar dan berdaya beli tinggi, Uni Eropa merupakan pilihan yang menarik bagi Jawa Tengah untuk memperluas dan mendiversifikasi pasar ekspornya.

Acara diakhiri dengan sesi paparan tentang kisah sukses perusahaan domestik dalam melakukan ekspor ke Uni Eropa dan potensi manfaat CEPA bagi industri berorientasi ekspor di Jawa Tengah yang diisi oleh CK Song, CEO of KMK Group (PT Selalu Cinta Indonesia, Salatiga).

Uni Eropa terus meningkatkan hubungan kerja sama dengan pemerintah Indonesia. Sebelumnya kunjungan kerja ke Maluku telah berlangsung akhir 2020 dan setelah Jawa Tengah, Delegasi Uni Eropa akan mengunjungi pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur.


The Delegation of the European Union (EU) to Indonesia conducted today (9 March) a virtual working visit to Central Java to discuss bilateral trade and investment opportunities with stakeholders in the province.

The Central Java Provincial Government has introduced a number of measures to facilitate investment licensing and accelerate infrastructure projects in the province. The EU Ambassador to Indonesia Mr. Vincent Piket said, “The EU is very supportive of Indonesia in its efforts to increase trade and investment, especially in Central Java. The province has untapped potential for greater trade and investment with Europe. The Comprehensive Economic Partnership Agreement between Indonesia and the European Union (IEU-CEPA), currently being negotiated, will increase trade and investments, contributing to job creation and economic development in Indonesia.”

“For over 30 years, the EU has partnered with Indonesia to address joint priorities including in trade and investment areas. Last year the EU launched the 5-year ARISE+ Indonesia Trade Support Facility programme (EUR 15 million). The programme gives technical support to the Indonesian government and to companies to improve their export capacity and to meet the rules and standards for international trade,” said EU Ambassador Piket.

During the virtual working visit, the EU Delegation, in cooperation with the Central Java Provincial Government and the Chamber of Commerce and Industry (KADIN) Central Java, organised a panel discussion on the benefits of the CEPA. The panel presented Marika Jakas, Head of Trade and Economic Section at the EU Delegation to Indonesia; Ni Made Ayu Marthini, Director Bilateral/Negotiation, Ministry of Trade; Wahyuni Bahar, Chairman of the Standing Committee for Multilateral Institutions and Free Trade Agreements, KADIN Indonesia; and Wichard von Harrach, Vice Chairman of the European Chamber of Commerce in Indonesia (EuroCham).

A session was also held to discuss the potential for exports to European countries, presenting Dr Prasetyo Ariwibowo, Acting Regional Secretary (Sekda), Central Java Province; Galih Saksono, President Director, Batang Integrated Industrial Park, Kukrit Suryo Wicaksono, Chairman of KADIN Central Java.

The discussion revealed a huge potential for investment in Central Java, especially in industrial areas. Demand for manufactured, agricultural, furniture and other products in the European Union is expected to increase in the next few years driven by the post-pandemicrecovery. With a large customer base and high purchasing power, the European Union is an attractive option for Central Java to expand and diversify its export market.

The event ended with a presentation session on the success stories of domestic companies in exporting to the European Union and the potential benefits of CEPA in an export-oriented industry in Central Java, with Mr. CK Song, CEO of KMK Group (PT Selalu Cinta Indonesia, Salatiga) as the speaker. The EU continues to enhance its relations and cooperation with the Indonesian government. Previously, the business event to Maluku had taken place at the end of 2020 and after Central Java, the EU Delegation will visit the provincial governments of South Sumatra and East Kalimantan.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

21,915FansLike
2,760FollowersFollow
14,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles