Perusahaan teknologi finansial penyelenggara pembiayaan proyek (project financing) industri kreatif dan gaya hidup PT Likuid Jaya Inovasi (Likuid Projects) mengumumkan keterlibatannya dalam gerakan wirausaha sosial (sociopreneurship) #SupportLocalBrandsID yang digagas oleh TADA, Customer Retention Platform (CRP) berbasis teknologi yang memberikan solusi bagaimana bisnis meretensi pelanggannya dengan fitur membership, subscription, referral, dan digital voucher. Program dalam gerakan ini memungkinkan kolaborator Likuid Projects (pihak yang memberikan pembiayaan pada platform Likuid Projects) untuk memiliki voucher belanja dari beberapa merek lokal di berbagai bidang usaha, mulai dari kuliner, hotel, sampai kesehatan yang disponsori oleh Likuid Projects. Voucher ini dapat dipakai oleh kolaborator dalam jangka waktu tertentu ketika ekonomi sudah mulai membaik. 

Gerakan ini diyakini bisa membantu kelangsungan usaha merek-merek lokal yang bisnisnya tergerus oleh perlambatan ekonomi karena penyebaran virus COVID-19. Sebagai perusahaan yang memiliki fokus pembiayaan untuk proyek kreatif & gaya hidup, Likuid Projects memahami bahwa merek-merek lokal merupakan kelompok paling rentan terdampak secara ekonomi karena wabah corona COVID-19. CEO dan Founder Likuid Kenneth Tali mengatakan bahwa wabah virus COVID-19 yang telah berlangsung setidaknya hampir tiga bulan ini diproyeksi menjadi bencana finansial besar bagi brand lokal yang mayoritas bergerak di industri kreatif. Karenanya, Likuid Projects akan membeli sejumlah voucher belanja yang ada di dalam platform #SupportLocalBrandsID untuk dibagikan kepada kolaborator yang menempatkan pembiayaan di platform Likuid Projects.

“Melalui keterlibatan kami di gerakan #SupportLocalBrandsID, Likuid Projects ingin menunjukkan kepedulian kami lewat inisiatif nyata melalui gerakan #LikuidBeliDuluan dengan memberikan tambahan cashflow kepada merek-merek yang harus mempertahankan usahanya selama pandemi. Terlebih saat ini kita berada di dalam zona Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang harus kita patuhi, sehingga ini artinya akan banyak merek lokal yang sebelumnya laris-manis mengalami penurunan omset penjualan akibat merosotnya daya beli dan volume transaksi oleh masyarakat,” ujarnya (20/4).

Secara spesifik, penurunan aktivitas transaksi konsumen selama pandemi tercermin dalam survey Bank Indonesia (BI) pada Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dilansir bulan Februari 2020. Survey ini menunjukkan penurunan sebesar 0,4 poin dari bulan sebelumnya yang sebesar 121,7 poin menjadi posisi 117,7 poin. Sementara itu, Pusat Penelitian Ekonomi LIPI (P2E LIPI) memproyeksikan bahwa unit usaha makanan dan minuman akan mengalami penurunan setidaknya sebesar 27 persen. 

Berkat kesamaan visi dan misi, Likuid bergabung dengan gerakan milik TADA yang sudah menjadi ekosistem pemasaran merek-merek lokal industri kreatif dan gaya hidup selama ini. Managing Director dan Founder TADA Antonius Taufan menyampaikan, melalui gerakan ini, baik konsumen dan pemilik bisnis sama-sama memperoleh manfaat. Konsumen dapat membeli lebih awal kupon dari ratusan merek lokal. Kupon ini nantinya bisa digunakan saat layanan tersedia atau bisnis buka kembali. Sementara itu, para pemilik bisnis dapat mempertahankan usahanya dengan adanya pemasukan dari hasil penjualan kupon ini.

“Karena bagaimanapun, ada pengeluaran rutin yang harus tetap mereka jalankan misalnya membayar sewa tempat, gaji karyawan, dan stok bahan baku. Apabila tidak didukung dengan pemasukan yang sepadan, akan semakin banyak usaha yang terancam gulung tikar. Padahal di situasi normal, merek-merek ini boleh jadi memiliki basis konsumen yang kuat,” kata Antonius. Saat ini sudah lebih dari ratusan merchant lokal yang tergabung dalam supportlocalbrands.id.

Kenneth menambahkan, pihaknya akan membeli beberapa voucher dari merek yang sudah memiliki image baik di konsumen, misalnya HONU, Puyo, dan Ann’s Bakehouse. “Voucher ini akan kami berikan sebagai perks (keuntungan tambahan) kepada kolaborator yang melakukan transaksi pembiayaan perdananya di platform kami. Harapannya, pembelian voucher ini bisa  memberikan tambahan modal bagi pelaku bisnis agar mereka mampu beroperasi seperti biasa di tengah situasi sulit ini”.

Sejak peluncuran resmi Likuid Projects pada bulan Februari 2020, Likuid Projects telah memiliki lebih dari 4.500 user dalam daftar tunggu platformnya (subscribers) untuk menjadi kolaborator pembiayaan proyek-proyek kreatif dan lifestyle. Minat masyarakat terhadap bisnis industri kreatif masih sangat potensial, meskipun di tengah situasi wabah COVID-19 ini. Sebagai informasi, baru-baru ini Likuid Likuid telah membuka pembiayaan untuk proyek usaha milik PT Tesla Daya Elektrika (Tesla), perusahaan teknologi penyedia sistem proteksi petir dan proteksi sistem tenaga listrik. Pembiayaan ini akan bermanfaat untuk mendukung instalasi penangkal petir aliran listrik di kawasan Kalimantan. 

“Demi menjaga iklim pembiayaan yang sehat dan sebagai bentuk mitigasi risiko yang rasional, sepanjang periode COVID-19 ini Likuid memprioritaskan kesempatan pembiayaan bagi proyek-proyek industri kreatif yang tidak terdampak wabah ini secara signifikan, salah satunya sektor teknologi seperti Tesla. Ternyata respon yang kami terima sangat baik, target pembiayaan sebesar Rp 250 juta untuk proyek ini berhasil dicapai dalam waktu dua hari. Dari 66 peminat yang masuk di daftar tunggu, target pembiayaan berhasil terkumpul dari empat belas (14) orang kolaborator. Selanjutnya kami mengupayakan agar bagi hasil bisa terselenggara setelah lima bulan dana digunakan untuk pengerjaan proyek instalasi.” ujar Kenneth.

Sementara itu, Likuid terus memantau perkembangan sektor-sektor populer lainnya yang diketahui terdampak langsung seperti makanan dan minuman. Harapannya ketika situasi sudah pulih, sektor-sektor ini segera kembali menggerakan perekonomian dan pada situasi yang lebih kondusif, Likuid akan lebih siap mendorong pemulihan bisnis-bisnis sektor ini serta menggenjot optimisme masyarakat untuk kembali berkolaborasi di sektor ini.

Untuk itu sebagai alternatif, gerakan sociopreneurship #SupportsLocalBrandsID dengan cara menjadi kolaborator di platform Likuid ini dapat menjadi model dukungan yang inklusif bagi individu. “Melalui kolaborasi pembiayaan pada proyek-proyek yang dibuka Likuid Projects saat ini, masyarakat dapat mengharapkan imbal hasil dari proyek usaha yang tersedia di Likuid sambil turut membantu mendukung merk-merk lokal dari sektor industri yang terdampak wabah COVID-19 secara langsung.” tutup Kenneth.

 

Pandemi Covid-19 belum menunjukan adanya penurunan kurva sedangkan kasusnya terus menyebar ke berbagai daerah di 34 provinsi di Indonesia. Kondisi saat ini per tanggal 15 Maret 2020 jumlah penderita positif telah mencapai 4839 dan meninggal 459 orang. Tidak hanya protokol penanganan dan edukasi pencegahan percepatan Covid-19, yang saat ini juga dibutuhkan adalah akselerasi dalam pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan dan alat perlindungan diri (APD) guna mencegah transmisi virus bagi tenaga medis.

Kondisi yang terjadi saat ini adalah masih banyak tenaga medis di Indonesia yang belum mendapatkan APD dengan layak dan lengkap. Per 14 April 2020 didapatkan data; 206 tenaga medis terinfeksi SARS-COV2 di Jakarta, dan 9 di antaranya meninggal dunia (3 perawat, 3 dokter spesialis, 1 manajemen RS, 1 dokter gigi, dan 1 pihak administrasi). Untuk data di Indonesia sendiri (berdasarkan IDI dan PPNI), sudah didapatkan 24 dokter dan 12 perawat yang meninggal (9% dari keseluruhan individu meninggal akibat COVID-19). Jika diambil persentasenya, angka tersebut sangat tinggi dibandingkan di China dengan keseluruhan kasus, tenaga medis yang meninggal hanya 1% dari total individu yang meninggal.

WeCareID

dr. Mesty Ariotedjo, Salah Satu Pendiri WeCare.id menyampaikan “tingginya tingkat kematian tenaga medis dalam penanganan Covid-19 di Indonesia, disebabkan terutama karena minimnya APD. Wecare.id, sebuah platform penggalangan dana kesehatan, melalui program #APDuntukNegeri kami telah berusaha menyalurkan bantuan APD ke berbagai rumah sakit, klinik, puskesmas, dan pusat layanan kesehatan lainnya. Saat ini kami telah mendistribusikan APD ke lebih dari 400 fasilitas kesehatan di berbagai daerah di Indonesia. Tentunya ini masih jauh dari cukup, kerja sama WeCare.id dengan berbagai pihak dan juga masyarakat dalam menggalang dana terus dilakukan. Kami terus mengusahakan agar APD dapat diperoleh dan segera didistribusikan secara merata tepat guna dan tepat sasaran. Sehingga bermanfaat oleh para tenaga kesehatan yang sedang bertugas dalam masa kedaruratan melawan Covid-19”.

WeCareID

Sejak dibukanya program #APDuntukNegeri Wecare.id berhasil mengumpulkan lebih dari 8 Milliar Rupiah donasi untuk penyediaan APD tenaga kesehatan. Namun ternyata kebutuhan dana untuk memenuhi kebutuhan APD minimal yang kami kirimkan masih jauh dari cukup, yaitu sekitar Rp.50.000.000 untuk kebutuhan APD MINIMAL di 2000 fasilitas kesehatan. Hingga saat ini Wecare.id sudah menerima lebih dari 1700 rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang melapor kekurangan APD melalui aplikasi dan website.

Di tengah pandemi Covid-19 yang kita butuhkan adalah sinergi, bergerak bersama. Wecare.id terus mengajak semua pihak bergabung menghadapi Pandemi COVID-19, perusahaan yang membuat dan mendistribusikan APD, organisasi penggalangan dana yang kesulitan membeli APD, perusahaan yang bingung menyalurkan dana CSR atau kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan untuk distribusi APD, atau donatur yang peduli dan tergerak. Untuk berdonasi mulai dari 1000 rupiah bisa bergabung.

Penggalangan dana bersama masyarakat terus kami lakukan, termasuk bantuan kerja sama dengan lebih dari 50 lebih partners Wecare.id dalam program #APDuntukNegeri seperti; Tokopedia, PT Paragon Technology and Innovation, The Body Shop, Si Cepat, Indika Foundation, Kitabisa.com, Sayur Box, Ycab Foundation.

Setelah aktif menyalurkan bantuan APD tenaga kesehatan ke berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, WeCare.id sangat transparan dalam menggalang dana, pembelian serta pendistribusian APD. Untuk penjelasan lebih lengkapnya donatur dan masyarakat dapat mengkases halaman https://wecare.id/apdcorona. Masyarakat juga dapat mengakses data ke1700 fasilitas kesehatan yang kekurangan APD, sehingga diharapkan pendanaan dan distribusi APD ke seluruh faskes dapat lebih cepat.

Wecare.id tahu bahwa perjalanan masih panjang, oleh karena itu kami terus mengundang partisipasi dari seluruh masyarakat, bersama menyediakan APD untuk tenaga medis Indonesia. Mari kita melangkah dan berbuat nyata untuk memperjuangkan perlindungan tenaga medis yang sedang bekerja melindungi kesehatan masyarakat. Wecare.id yakin dengan adanya bantuanmu, sinergi dari semua niat baik kita bersama akan menghasilkan hasil lebih besar” tutup dr. Mesty Ariotedjo.

Untuk memenuhi kebutuhan informasi berbagai pihak akan informasi keuangan, segala bentuk kegiatan dan program yang dilakukan oleh WeCare.id telah dan akan diaudit oleh akuntan publik. Untuk bergabung bersama WeCare.id dan melihat data transparan WeCare.id dapat mengunjungi https://wecare.id/apduntuknegeri.

sinarmas Land

 

Sinar Mas Land bersama Sinar Mas dan Yayasan Temasek yang merupakan bagian dari Temasek Holdings dari Singapura, Pemerintah Kota Batam, TNI-Polri, Tuan Sing Holding Limited mendistribusikan 210,000 liter cairan pembersih tangan (hand sanitizer) kepada warga di 64 kelurahan di kota Batam.

Sebelumnya, Sinar Mas Land juga telah menyerahkan 750 Alat Perlindungan Diri (APD) yang disumbangkan kepada Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan serta beberapa instansi lainnya

Dhony Rahajoe – Managing Director President Office Sinar Mas Land menjelaskan dalam keterangan tertulisnya “Melalui kegiatan ini, kami berupaya membantu pemerintah dalam menangani dan mencegah penyebaran covid-19. Tidak hanya Kemenkes RI, Rapid Test Kit ini juga telah kami serahkan ke beberapa pemda serta beberapa instansi kesehatan.”

sinar mas land

Sinar Mas Land diwakili oleh Corporate Governance & Sustainability Division Head, Ignesjz Kemalawarta menyerahkan bantuan 12,500 alat Rapid Test Kit (RTK) secara simbolis kepada dr. Mariya Mubarika – Staf Khusus Kesehatan Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Gedung Adhyatama Kementerian Kesehatan, Jakarta . Sebanyak 12,500 RTK ini merupakan bagian dari 25,000 RTK yang didatangkan Sinar Mas Land untuk disumbangkan kepada berbagai instansi termasuk Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, beberapa Pemerintah Daerah serta instansi terkait lainn

 

 

 SVMMERDOSE yang beranggotakan Tarapti Ikhtiar Rinrin alias  Rinrin (vokalis) dan Iqbaal Ramadhan atau Iqbaal (bassis) sukses menggelar konser pembuka 

rangkaian tur mereka yang berjudul “DON’T FALL IN LOVE WITH ME TOUR 2020” yang  bertempat di The Pallas, SCBD, Jakarta. Dalam konser berdurasi satu setengah jam ini, 

SVMMERDOSE membawakan total 12 lagu yang dibuka dengan “Stockholm” setelah  sebelumnya intro dari “AM” dan ditutup dengan “Independent”. Sepuluh lagu dibawakan 

Rinrin dan Iqbaal dari album She/Her/Hers yang salah satunya melibatkan musisi Baila Fauri  ditambah dua lagu kolaborasi bersama Teza Sumendra dan Bam Mastro 

“Kami memilih “I Want You, Love” untuk dinyanyikan bersama-sama Teza karena dinamika dan aransemennya cocok untuk dibawakan di konser ini. Dengan kesamaan vibe serta tema 

mengenai cinta dan hasrat anak muda, kami senang bisa berkolaborasi dengan Teza di konser ini,” Rinrin menjelaskan. 

SVMMERDOSE

Selain “I Want You, Love”, Rinrin dan Iqbaal memilih “Idols” untuk dinyanyikan bersama Bam. 

“Lagu ini sudah aku dengar sejak masih SMA. Lalu, suatu hari, Iqbaal berita tentang  perasaannya menjadi seorang idola di usia yang masih muda. Di saat orang-orang lain melihatnya sebagai figur idola, ternyata Iqbaal masih meragukan dirinya sendiri karena masih mencari jati diri. Menurut aku, cerita Iqbaal akan semakin dalam kalau dikaitkan dengan “Idols” milik Bam. Jadilah, kami memilih lagu itu sebagai salah satu lagu yang dinyanyikan di konser pembuka ini.” 

Pemilihan Baila Fauri sendiri dilakukan Rinrin dan Iqbaal saat sedang mencari vokal yang cocok untuk mengisi satu bagian di lagu “Daydream Fantasy”. “Baila itu teman musisi kami. 

Saat mendengar lagu ini, kami terpikir memasukkan vokal cewek yang lembut, tapi agak R&B.  Langsung terpikir Baila yang menurut kami cocok dengan karakter lagu ini dan membuat lagu 

ini semakin dreamy.” 

Konser di The Pallas pada 15 Februari ini merupakan konser pembuka tur “DON’T FALL IN  LOVE WITH ME TOUR 2020”. Selanjutnya, SVMMERDOSE akan bertolak ke Malang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, dan berakhir di Bandung. “Pemilihan nama “DON’T FALL IN LOVE WITH ME” ini diambil dari penggalan lirik “Crush” yang bertemakan self-love atau mencintai diri sendiri yang cocok dengan tema besar tur ini. Selain mencintai diri sendiri, kami juga ingin mengangkat tema “pencarian jati diri di usia muda.” Itulah yang akan menjadi garis 

penghubung dari semua lagu kami di set list tur. Kami ingin memperlihatkan sisi pencarian jati diri dan pengalaman-pengalaman yang sering dialami remaja, seperti jatuh cinta, patah hati, galau, hingga ditolak orang.” 

 

Sesi pertama konser akan membahas perkataan-perkataan orang yang sering kita dengar dan menimbulkan keresahan di usia remaja. Sementara, di sesi kedua, kami mengangkat 

sudut pandang orang-orang yang mendengar pernyataan tersebut. Kedua sesi ini akan berakhir dengan konklusi bahwa kita tidak perlu menemukan semua jawaban dari keresahan-keresahan 

yang terjadi karena kita masih muda.” 

 

Meski lelah, tapi Rinrin dan Iqbaal mengaku senang mengerjakan tur ini. “Kami independen dengan tim yang terbatas. Semua proses kreatif kami lakukan sendiri dan dibahas bersama- 

sama, mulai dari jadwal, skrip, hingga konsep visual. Aku, Iqbaal, dan tim banyak belajar dan mendapat pengalaman yang berharga dalam mengurus tur ini. Kami juga sangat dibantu oleh 

MejaBundar Studio yang mengubah lagu-lagu kami ke dalam bentuk visual.

 

Semoga di tur nanti, semua bisa have fun. Kami tidak mau terlalu banyak memberikan informasi sehingga malah jadi menggurui. Kami ingin semua yang menonton SVMMERDOSE merasakan kembali asyiknya menjadi anak muda dan bisa turut berbagi cerita bersama kami,” tutup Rinrin. 

Tiket tur SVMMERDOSE bisa dibeli di TIKET.COM. 

*** 

Informasi lebih lanjut: 

Instagram Svmmerdose: @SVMMERDOSE Instagram Neutron Live: @NEUTRONLIVE Instagram Birama Live: @BIRAMALIVE.ID 

Bayangkan jika intensitas letusan yang berulang kali ternyata dapat meluas hingga dua negara, apalagi negara ini memiliki sejarah perbedaan politik dan terlibat peperangan, sehingga juga telah terpisah bertahun-tahun . Maka pertanyaan dasarnya , akankah kedua negara ini dapat bekerja sama? Akankah yang akan dilakukan oleh negara sekutunya?

 

 

Gunung Baekdu merupakan gunung berapi terbesar yang berada di semenanjung korea, dalam letusan pertamanya telah mampu meluluh lantak bangunan, jalanan dan melumpuhkan kota-kota yang mendapatkan getaran gempa serta aliran lavanya.

Namun ternyata tidak hanya ada satu letusan saja, karena saat diteliti lagi oleh para ilmuwan , total akan ada 4 magma yang meletus dan siap menghancurkan semenanjung korea, namun masih ada satu titik terang untuk menyelamatkan semenanjung korea dengan menerapkan teori  Prof. Robert Kang / Kang Bong-rae (diperankan oleh Ma Dong-seok)  . Teori ini melibatkan hulu ledak nuklir, dalam resolusi dewan keamanan PBB hal ini menjadi perhatian serius, dan pihak Amerika Serikat pun turut mengawasi masalah ini di Korea.

Demi menyelamatkan negara dan semenanjung Korea , maka tindakan drastis harus dilakukan . Untuk menerapkan teori ini, maka  pakar peledak Korea Selatan  Jo In-chang  ( diperankan oleh  Ha Jung Woo) harus bekerja sama dengan pejabat khusus Korea Utara  Lee Joon-pyeong  ( diperankan oleh Lee Byung Hun)

Untuk menambahkan keseruan , maka sutradara Lee Hae-jun ( Castaway on the Moon – 2009 ,  My Dictator -2014)  dan Kim Byung-seo , memasukkan unsur keluarga dan komedi menjadi daya tarik tersendiri. Kedua unsur ini  diperankan dengan baik oleh aktor Ha Jung Woo , Lee Byung Hun , Ma Dong-seok  dan Bae Suzy

Ashfall

Penampilan Lee Byung Hun  sangat menarik, menunjukkan akting yang berbeda-beda , seperti saat terlihat dingin di tengah-tengah adegan penuh humor , namun dalam beberapa adegan mampu menunjukkan cinta kebapakan yang kuat di depan putrinya. Kemampuan penguasaan aksen bahasanya  dipuji , karena  dapat dengan mudah beralih antara aksen Korea Utara dan dialek Jeolla-do.

Adapun penggunaan CGI yang diterapkan pada film ini termasuk dalam skala besar, namun dengan tampilan gambar lokasi-lokasi yang familiar di wilayah Korea , tujuannya agar para penonton dapat merasakan bencana yang terjadi dalam film ini serealistis mungkin dan merasa terlibat dalam alur cerita yang disampaikan.

Walaupun ide cerita semacam ini sudah sering diterapkan pada film-film dari negara Amerika, maka nampaknya kali ini Ashfall mampu menarik banyak minat penonton , karena tujuh hari sejak tanggal rilis di negaranya telah mampu meraup angka empat juta penonton dan terus bertambah. (warnaplus/NutyLaraswaty)

 

ashfall

Kisah Rara dan rasa tidak percaya dirinya yang merupakan tema dari film IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan berhasil meraih kesuksesan. Dalam sembilan hari penayangannya sejak dirilis pada tanggal 19 Desember 2019, film kelima Ernest Prakasa ini telah disaksikan 1,2 juta penonton. Sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat film ini
tayang sehari setelah rilisnya babak pamungkas trilogi perang bintang Star Wars: Rise of the Skywalker.

 

“Kami bahagia banget karena ini menyamai perolehan Cek Toko Sebelah, dan semoga ini menjadi pertanda baik. Saya dan Meira juga merasa bahwa pesan film ini berhasil
tersampaikan dengan baik. Banyak orang-orang yang jadi lebih mencintai dirinya setelah menonton IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan dan itu memang tujuan utama naskah
ini,” ungkap Ernest sekaligus mewakili pendapat Meira.

imperfect

Setelah tayang perdana 19 Desember 2019, Ernest memaparkan bahwa ia menerima banyak komentar dan direct message di akun media sosialnya yang merasa kisah mereka terwakili oleh sosok Rara. Tidak hanya itu, pujian juga datang dari para selebritas dan juga media massa.

“Sebagai orang yang tiap hari timbang bb terus, tiap ngaca selalu bergumam “kenapa sih muka gue bulat bgt”, dan segala rasa insecure lainnya; gue ngerasa film ini ngasih gue banyak pelajaran. Thanks koh @ernestprakasa. Komedinya juga selalu bikin ngakak lah terbaik :)) #imperfect

“Kemudian pagi hari ini saya berangkat kerja penuh dengan rasa percaya diri. Yang entah mungkin meski kemudian hari bisa terpatahkan lagi. Tapi, di hari jum’at yang berkah ini
saya mau berterima kasih kepada Tuhan, sudah menciptakan @ernestprakasa dan istri. Kalian semua keren.”

Sambutan yang luar biasa diberikan kepada para cast & crew IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan tidak hanya di daerah Jabodetabek, tapi juga kota-kota lain. Hal ini terlihat dariramainya special screening yang diadakan sejak tanggal 14 Desember, berlanjut hingga penayangan hari pertama pada 19 Desember, hingga berakhir pada 22 Desember.

Beberapa kota yang didatangi roadshow adalah Malang, Sidoarjo, Surabaya, Yogyakarta, Solo,Semarang, Cirebon, Bandung, dan Karawang.

Selain menyambangi beberapa media lokal, cast & crew juga menyapa penonton bioskop dengan melakukan cinema visit.
Kesuksesan adaptasi buku Imperfect: Journey to Self Acceptance karya Meira Anastasia ini tidak terlepas dari kisahnya yang sangat relate dengan semua orang. Siapa pun kita pasti
pernah merasakan body shaming dan perasaan tidak insecure. Ada yang berusaha tidak ambil pusing, tapi ada juga yang terus memikirkan komentar-komentar pedas tersebut hingga
berpengaruh pada sikap dan pribadi kita.

Film ini seakan menjadi pengingat bahwa tidak semua manusia sempurna. Daripada fokus pada kekurangan yang kita punya, lebih baik berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Dengan kisahnya yang begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari, tidak heran banyak komentar positif berdatangan, baik dari kalangan selebritas, penonton awam, hingga media
massa. Tidak hanya itu, bagi mereka yang sudah menonton filmnya, segera dapat mendengarkan scoring IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan yang digubah Ifa Fachir dan
Dimas Wibisana melalui platform-platform digital mulai tanggal 2 Januari 2020.

imperfect

IMPERFECT: Karier, Cinta & Timbangan masih tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Sebuah film keluarga yang tidak hanya menghibur dan menghangatkan hati, tapi juga mengingatkan
kita bahwa ketidaksempurnaan bukanlah hal yang harus disesali. Ubah insecure jadi bersyukur!  (warnaplus/NutyLaraswaty)

imperfect

Memiliki tubuh besar dan tak berwajah rupawan itu terus Rara (Jessica Mila) rasakan hingga beranjak dewasa. Bahkan di kantornya sendiri, Rara sering dipandang sebelah mata oleh rekan-rekannya dan dijadikansebagai bahan olok-olok oleh ketiga rekannya yang bertubuh langsing bagaikan model, Marsha (Clara Bernadeth), Irene (Karina Nadila) dan Wiwid (Devina Aureel). Untungnya dikantor, Rara mempunyai satu teman bernama Fey (Shareefa Daanish) persahabatan keduanya sudah seperti saudara sendiri karena keduanya selalu saling mendukung satu sama lain.Walaupun begitu Rara mencintai pekerjaannya, dan Dika (Reza Rahadian), kekasih yang mencintai Rara apa adanya.

Suatu hari, muncul peluang bagi Rara untuk naik jabatan di kantor, akan tetapi bos Rara yakni Kelvin (Dion Wiyoko) mengharuskan Rara mengubah total penampilannya jika ia mau mengemban tanggung jawab baru ini

Imperfect

Ide cerita film ini adalah dari buku karya Meira Anastasia , yang bercerita mengenai kenyatan hidup sehari-hari yang dihadapi oleh wanita karir masa kini.  Film keluarga yang diputar saat libur panjang ini, menguak pula tuntutan dan kenyataan keluarga dari orang tua yang mengharapkan anak perempuannya mengikuti tuntutan dari kenyataan hidup , dengan yang menerima hidup apa adanya . Konfik yang terbangun menjadi menarik, saat mau tak mau ada anak emas dalam keluarga yang mengikuti kemauan salah seorang orang tuanya , dan membekas hingga dewasa bagi anak yang bukan anak emas.

Imperfect

 

Lebih menarik lagi, saat mengetahui aktris Jessica Mila ternyata menaikkan timbangan hingga 10 kg, dan niat ini didasari akan adanya pesan bagi para wanita karir yang menghadapi hal yang sama dengan Rara , agar berani untuk menolak tuntutan ini dan menghadirkan diri sendiri dalam setiap segi kehidupan apa adanya , karena yang terpenting adalah kesehatan dan kemampuan diri sendiri, bukan gambaran “body shaming” yang diberikan kepada para perempuan karir dan seleruh perempuan masa kini saat ini.

 

Berikut sneak peak liputan , saat press screening beberapa waktu lalu.

Jangan lupa untuk memberikan  like dan subcribed pada akun you tube channel WarnaPlus.  (warnaplus/NutyLaraswaty)

  • EXSPORT X Share Tortilla Bag menggambarkan ekpresi remaja wanita saat ini
  • Desain yang colorful dalam tas jenis sling bag dan totebag
  • EXSPORT X Shane Tortilla di jual terbats dengan harga terjangkau

Jakarta, 16 desember 2019 – EXSPORT terus melepas Creating Goodness untuk lebh meng-empower remaja khususnya cewek. Dimana mereka bisa mengembangkan setiap potensi yang dimilikinya. Kali ini melalui Kolaborasi dengan ilustrator remaja berbakat, Shane Tortilla. Dengan karakter desain yang “Quirky” menjadi keunikan tersendiri.

“Tidak apa-apa menjadi Quirky. Tidak usah malu menjadi berbeda. Karena kalian unique sama seperti Shane yang bisa menginspirasi remaja cewe untuk terus menjadi diri sendiri tanpa harus menjadi orang lain.” Jelas Angel Lukito selaku Brand Representative EXSPORT.

Shane Tortilla memiliki nama asli Shane Tiara. Dari kegemarannya membaca komik membawanya menjadi comic artist yang serius mendalami pop culture. Karakter gambar yang dihasilkannya kini membawanya sukses menjadi illustrator yang cukup diperhitungkan di Indonesia. Terbukti dari beberapa brand yang menggunakan karyanya. Khususnya EXSPORT Shane buat berbeda.

“Aku sama Exspor sama visi dengan aku. Jadi pas ditawarin langsung senag banget. Semoga desain aku bisa mewakili pemakainya untuk lebih pede dan terus menebarkan Creating Goodness seperti Exsport. “ ujar Shane

EXSPORT X Shane Tortilla hadir dalam dua model yang di liris secara limited edition. Pertama adalah, Sling Bag yang terbuat dari bahan semi-transparan mica/Dipadu dengan detail printing gambar di bagian strap, tasini berkapasitas 1,5 liter. Cukup untuk memuat barang esensial saat hang out. Yang ke dua adalah EXSPORT X Shane Tortilla Tolebag. Berkapasitas lebih besar, 12 liter aksen graphic print Shane Tortilla ada di bagian kompartemen utama.

 

Harganya pun sangat terjangkau. Masuk dikantong pelajar dan mahasiswa. Mulai dari Rp. 329.000 – untuk EXSPORT X Shane Tortilla Sling bag. Rp. 399.000 – untuk EXSPORT X Shane Tortilla Totebag.

 

“Exsport Shane Tortilla ini sudah bisa didapatkan di onlane store mulai 20 Desember 2019 dan disusuloleh penjualan offline store seluruh Indonesia. Di jual terbatas karena produk ini memang special.” Tutup Angel ( Iko/Rezky )

Jakarta, 17 Desember 2019 – Bisnis kedai kopi di Indonesia terus tumbuh, menjadi emerging business yang muncul seperti cendawan di musim penghujan. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah kedai kopi di Indonesia secara signifikan dalam tiga tahun terahir dan naiknya konsumsi domestik kopi di Indonesia.

Hasil riset TOFFIN, perusahaan penyedia solusi bisnis berupa barang dan jasa di industri HOREKA (Hotel, restoran, dan kafe), di Indonesia, bersama Majalah MIX MarComm SWA Media Group menunjukkan jumlah kedai kopi di Indonesia pada Agustus 2019 mencapai lebih dari 2950 gerai, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan pada 2016 yang hanya sekitar 1000. Angka riil jumlah kedai kopi ini bisa lebih besar karena sensus kedai kopi itu hanya mencakup gerai-gerai berjaringan di kota-kota besar, tidak termasuk kedai-kedai kopi independen yang modern maupun trandisional di berbagai daerah.

Sementara itu, konsumsi kopi domestik Indonesia juga terus meningkat. Data Tahunan Konsumsi Kopi Indonesia 2019 yang dikeluarkan oleh Global Agricultural Information Network menunjukkan proyeksi konsumsi domestik (Coffee Domestic Consumption) pada 2019/2020 mencapai 294.000 ton atau meningkat sekitar 13.9% dibandingkan konsumsi pada 2018/2019 yang mencapai 258.000 ton.

Secara per kapita, konsumsi kopi masyarakat Indonesia relatif masih rendah dibandingkan negara lain, yaitu hanya sekitar 1 kilogram pada 2018. Bandingkan dengan Vietnam—yang tingkat pendapatannya di bawah Indonesia—yang konsumsi kopi per kapitanya mencapai 1.5 kilogram pada tahun yang sama.

Dari sisi bisnis, penjualan produk Ready to Drink (RTD) Coffee atau kopi siap minum—seperti produk kopi yang dijual di kedai kopi—terus meningkat. Menurut data Euromonitor, kalau pada 2013 retail sales volume RTD Coffee Indonesia hanya sekitar 50 juta liter, pada 2018 menjadi hampir 120 juta liter.

Nicky Kusuma, Vice President Sales and Marketing TOFFIN Indonesia, menuturkan, riset ini diperlukan karena selama ini belum ada survey atau penelitian tentang industri kedai kopi di Indonesia. Untuk itu diharapkan riset ini menjadi panduan bagi pelaku bisnis kedai kopi di Indonesia. “Kami sangat bangga bisa menjadi pihak pertama yang bisa merilis riset ini bersama dengan SWA Media Group, dan memberikan rekomendasi serta referensi yang relevan dan akurat bagi para pebisnis kedai kopi,”  tutur Nicky.

PROSPEK 2020

Riset tentang perkembangan bisnis kedai kopi di Indonesia yang dilakukan oleh Majalah MIX MarComm dan didukung oleh TOFFIN melalui indepth interview dengan para pemangku kepentingan di industri kedai kopi Indonesia menunjukkan ada tujuh faktor yang mendorong pertumbuhan bisnis kedai kopi di Indonesia, yaitu:

  1. Kebiasaan (budaya) nongkrong sambil ngopi
  2. Meningkatnya daya beli konsumen, tumbuhnya kelas menengah, dan harga RTD Coffee di kedai modern yang lebih terjangkau.
  3. Dominasi populasi anak muda Indonesia (Generasi Y dan Z) yang menciptakan gaya hidup baru dalam mengonsumsi kopi.
  4. Kehadiran media sosial yang memudahkan pebisnis kedai kopi melakukan aktivitas marketing dan promosi.
  5. Kehadiran platform ride hailing (Grabfood dan Gofood) yang memudahkan proses penjualan.
  6. Rendahnya entries barriers dalam bisnis kopi yang ditunjang dengan ketersediaan pasokan bahan baku, peralatan (mesin kopi), dan sumber daya untuk membangun bisnis kedai kopi.
  7. Margin bisnis kedai kopi yang relatif cukup tinggi.

Melihat perkembangan faktor-faktor pendorong tersebut, bisnis kedai kopi di Indonesia pada tahun depan diperkirakan masih akan positif. Andreas Chang, CEO Tahta Coffee, bahkan meyakini market kedai kopi masih kuat karena studinya selama lima tahun menunjukkan bahwa konsumsi RTD Coffee meningkat 3x lipat. “Ini masih sangat jauh gap-nya. Jadi bisnis ini masih emerging,” tutur Andreas Chang dalam indepth interview. Sementara Edison Manalu, CEO Harvest Group, memperkirakan pertumbuhannya masih akan double digit.

Dengan jumlah gerai yang terdata saat ini dan asumsi penjualan rata-rata per outlet 200 cup per hari, serta harga kopi per cup Rp22.500, TOFFIN memperkirakan nilai pasar kedai kopi di Indonesia mencapai Rp4.8 triliun per tahun.

Proyeksi pertumbuhan pada 2020 ini juga berdasarkan insight dari konsumen yang dikumpulkan melalui survei online kepada kalangan muda (generasi Y dan Z) penggemar kopi di Indonesia.

Hasil survei tersebut antara lain menunjukkan bahwa kedai Coffee to Go yang menyediakan RTD Coffee berkualitas dengan harga terjangkau sangat diminati generasi yang mendominasi populasi Indonesia saat ini. Dalam setahun terakhir, 40% generasi ini membeli minuman kopinya dari gerai kopi jenis ini. Dengan rata-rata alokasi belanja untuk minuman kopi (share of wallet) Rp200.000 per bulan, bisnis kedai kopi jenis ini diperkirakan akan tumbuh signifikan pada tahun-tahun mendatang.

Ario Fajar, Head of Marketing TOFFIN, menambahkan bahwa riset ini penting karena bisa menjadi landasan bagi pelaku bisnis atau calon pebisnis kedai kopi untuk membangun dan mengembangkan usahanya, baik dari sisi sales, marketing, maupun operasional. “TOFFIN berkepentingan mendukung para pelaku usaha kedai kopi di Indonesia dengan riset ini, agar bisnis mereka bisa bertahan dan berkompetisi. Para pelaku bisnis perlu tahu apa yang sedang tren, bagaimana peta persaingannya, dan seperti apa proyeksi bisnis ke depannya,” ujar Ario.

4 Gelombang Industri Industri Kopi

Para pelaku bisnis kedai kopi di Indonesia membagi perjalanan industri ini ke dalam empat gelombang besar. TOFFIN bersama MIX MarComm mencoba menengarai keempat gelombang tersebut berdasarkan momentum masuknya merek-merek kedai kopi fenomenal ke dalam industri ini di Indonesia.

Gelombang I (Dekade 1980-1990-an). Pada masa ini, sebagian besar masyarakat Indonesia menikmati kopi instan (dalam kemasan saset) yang disediakan oleh manufaktur produk-produk konsumer (kopi ABC, Kapal Api, Torabika, Nescafe) dan kopi tubruk tidak bermerek. Pada masa ini produk RTD Coffee lebih banyak disediakan oleh warung kopi tradisional dan oleh sedikit gerai kopi modern, yaitu Dunkin (1985), Olala (1990), dan Excelso (1991).

Gelombang II (Dekade 2000). Pada masa ini tren minum kopi di kedai kopi modern mulai berubah dari tren untuk memenuhi kebutuhan fungsional (minum kopi untuk menyegarkan) menjadi untuk memenuhi kebutuhan emosional, di mana menikmati segelas kopi di gerai modern dipersepsi dapat menaikkan gengsi. Masa ini ditandai dengan masuknya brand jaringan kedai kopi modern dari Amerika Serikat Starbucks (2002) dan Coffee Bean (2001).

Gelombang III (Awal dekade 2010 hingga 2015). Pada masa ini apresiasi konsumen terhadap kopi makin meningkat yang ditandai dengan hadirnya kedai kopi artisan seperti Tanamera pada 2013. Pada masa ini konsumen tidak hanya menikmati gengsi minum kopi di kafe, melainkan mulai tertarik dengan proses produksi secangkir kopi. Pada masa ini, kehadiran mesin kopi menjadi referensi visual bagi konsumen. Pada masa ini para pebisnis makin menyadari seksinya bisnis kedai kopi di Indonesia. Banyak brand baru mulai masuk ke pasar.

Gelombang IV (2016 sampai sekarang). Pada masa ini besarnya pasar (market size) kedai kopi di Indonesia meningkat signifikan. Brand baru kedai kopi bermunculan dan masing-masing langsung ekspansif membuka puluhan hingga ratusan cabang di berbagai kota. Untuk menggarap segmen muda (anak-anak sekolah hingga para first jobber), para pebisnis kedai kopi ini membuka kedai Coffee to Go, yaitu kedai kecil yang menyediakan fresh RTD Coffee dengan harga terjangkau untuk dibawa pulang atau tidak dikonsumsi di tempat (take away). Kehadiran platform ride hailing Gofood dan Grabfood ikut mendorong booming-nya kedai Coffee to Go ini.

Untuk menjawab tren dan kebutuhan kedai kopi, TOFFIN menawarkan pilihan produk dan jasa yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi website atau instagram TOFFIN. ( Iko/Rezky )

Jakarta, 12 Desember 2019 – Dengan semakin maraknya kaki langit kota Jakarta yang dihiasai oleh meningkatnya jumlah layar LED, City Vision sebagai perusahaan media luar terdepan di Indonesia, pada hari ini perkenalkan billboard digital eye-level terbesar yang siap memukau masyarakat dipusat bisnis Jakarta.

Mengambil Inspirasi dari Piccadilly Lights di London dan Times Square di New York, inovasi City Vision telah menjadiakan Jakarta yang lebih cerah sejak akhir November 2019 melalui kampanye bernama #BRIGHTERJAKARTA dengan menampilkan karya salah satu motion graphic designer kenamaan Indonesia , Isha Henning.

Billboard digital dari City Vision ini memiliki luas 500 meter persegi setidaknya 10 kali lebih lebar layarlayar LED konvensional yang terbesar di berbagai bagian kota Jakarta. Ukuran tersebut sama dengan dua kali lebih tinggi dari seekor jerapah dewasa, atau dua kali panjang lapangan tenis yang membentang di seluruh dinding depan Ratu Plaza di jalan Sudirman.

Layar ini juga satu-satunya yang memiliki posisi rotasi, sehingga memungkinkan bagi 6 brand category leaders untuk tampil on-screen selama 12 jam setiap hari. Beberapa diantaranya seperti Gojek, Samsung, Halodoc, Amartha dan Bank Permata diimformasikan sebagai beberapa mitra bisnis pertama yang berkesempatan untuk menjalankan kampanye melalui landmark ikonis ini. Dan tentunya mereka memiliki alas an terbaiknya.

Studi Nielsen CMV pada Juni 2018 mengungkapkan bahwa 64% konsumen diarea Jabodetabek terekpos pada media luar ruang, seperti layar-layar LED, sebanyak sepuluh kali per-minggu. Hal ini menunjukan peluang merek-merek yang ada di pasar untuk dapat berkomuniksi secara efektif ke target yang lebih luas & beragam.

“LED Ratu Plaza nan megah ini tidak hanya menawarkan para pejalan kaki sebuah pengalaman baru dalam perjalanan mereka sehari-hari, namun kami juga ingin menempatkan ratu Plaza dip eta sebagai landmark ikonis yang mampu berinteraksi dengan berbagai macam target market,” ungkap Mongi Buckens, Chief Strategy & Digital Officer City Vision.

“Misi utama kami adalah untuk mendorong industry media luar di Indonesia untuk semakin professional serta membangun ekosistem iklan dan data untuk Jakarta,” tambah Buckens. “Layar LED kami yang terintegrasi untuk 020 (offine to online) dimana bisa menangkap data konsumen secara akurat dan mampu menargetkan ulang konten pengiklan dengan tepat.

Billboard saat ini sedang mengalami sebuah momen kelahiran baru diman kemampuan display digital yang tepat mempermudah tingkatan aktivitas digital dan interaktivitas. Billboard digital kini mencakup kapasitas 020 interaktif yang memungkinkan para user untuk dapat memainkan game secara live di layar atau menikmati tampilan fitur-fitur augmented reality. Begitupun dengan LED Ratu Plaza yang ikonis dari City Vision yang memiliki kemampuan integrasi media social, serta gamifikasi dan phone-to-screen dan sensor-to-screen.

Untuk di Indonesia sendiri, ranah iklan luar ruang masih terbilang dalam tahap awal perkembangan. Sementara menurut laporan global Ad Trens dari WARC, salah satu perusahaan marketing & advertising riset berbasis di London pada tahun 2019, pengeluaran iklan media luar ruang (sebagai persentase dari totl pengeluaran iklan) terhitung secara rata-rata pada 10% di Negara-negara tetangga, sedangkan Indonesia hanya mencatat 2%. Para pemerhati di industry ini menunjuk ke-tidak tersedianya dari asset-aset berkualitas menjadi salah satu penyebab dari angka pengeluaran yang rendah tersebut. Sementara itu, City Vision telah mengambil misi untuk mengkomunikasikan pesan-pesan berbagai mitra bisnis kami ke konsumen yang lebih luas melalui layar-layar LED berkualitas tinggi.

City Vision pada hari ini akan  menganugerasi layar ikonis Ratu Plaza dengan acara peluncuran bertema #BRIHTERJAKARTA. Acara pada malam hari ini telah didukung oleh GOJEK sebagai co-sponsor. (Iko Muhyidin)

Jakarta, 14 Desember 2019 – “Membangun potensi UMKM yang berbasis digital marketing sebagai pemasaran yang luas” merupakan tema Seminar UMKM dan Digital Marketing yang digelar Formula Indonesia Maju F1 di Bumbu Desa Cikini pada Sabtu (14/12/2019).

Dewi Febriani,SH (Feby) Ketua Formula Indonesia Maju  mengatakan, “Pelatihan  Wirausaha ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk menciptakan UMKM dengan daerah untuk mengembangkan bisnisnya. Cara cepat dan efektif untuk meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia adalah dengan memperkuat UMKM dan menyiapkan mereka menghadapi era digital.

Acara diawali oleh paparan dari Micro Banking Manager PT Bank Mandiri Bogor Andhyka Wibisono. Dalam paparannya, Andhyka mengatakan, dari tahun 2013 kontribusi UMKM mengalami peningkatan domestik bruto negara.dan berkontribusi ekspor sebesar 15,69 persen serta peningkatan lapangan kerja. Data dan fakta itulah yang membuat pemerintah meluncurkan Kredit usaha rakyat (KUR) diluncurkan pemerintah pada 5 November 2007.

KUR merupakan merupakan program prioritas pemerintah dalam mendukung UMKM berupa kebijakan pemberian kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada debitur individu/perseorangan, badan usaha, dan/atau kelompok usaha yang produktif dan layak, namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan belum cukup.

Tujuan dilaksanakannya program KUR antara lain adalah untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Sekarang KUR dapat membiayai segala usaha termasuk usaha kreatif.

“Untuk mengakses KUR bisa datang ke kantor cabang bank pelaksana,lembaga keuangan mikro, dan koperasi, Untuk Bank Mandiri proses KUR nya cepat dan mudah, persyaratan kreditnya ringan” ucap Andhyka.

Fransiska Mila Praktisi Sosial Media,  menjelaskan tentang Media sosial untuk usaha Anda. Medsos penting untuk usaha karena banyak sekali masyarakat Indonesia yang menggunakan Medsos. “Manfaat dari social media dalam kehidupan sehari-hari sangat penting bagi seseorang, diantaranya yaitu untuk berkomunikasi. Sosial media pada saat ini sangat banyal sekali yang menggunakannya, dari kalangan anak muda, sampai orang tua pun juga mempunyai social media. Perkembangan teknologi informasiyang kian pesat merupakan salah satupenyebab viralnya social media.”Kata Fransiska

Timotius Pakar Packaging menjelaskan bahwa proses packaging ini dipelajari pada saat dia bekerja di perusahaan boneka. Saya pertama kali kerja saya membawa buku dan dicatat serta dipelajari.Dan setelah dua tahun saya pun bisa mempelajari packaging.

“Packaging merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi banyaknya penjualan atau minat konsumen terhadap produk, tujuan atau fungsi utama dari adanya packaging adalah untuk melindungi produk dari goresan atau cacat yang membuat produl menjadi rusak, dengan packaging yang bagus bisa membuat market tertarik.” Kata Timotius

Syarat-syarat untuk melakukan Packaging yang pertama  itu harus kuat karena harus melindungi produk yang dibuat oleh UMKM. Kedua, harus ada merk, jadi tau berasal dari mana.ketiga adalah kemasan,kemasan menarik sudah dipastikan akan membuat market tertarik. Untuk itulah harus diperhatikan angle foto ataupun logo.

Eddy Prianto Pakar Export  dalam paparannya  menjelaskan tentang istilah yang harus dipahami tentang ekspor.seperti FOB (Free Of Board) dan lain sebagainya. Untuk biaya keluar hanya beberapa barang saja yang dikenakan biaya sesuai dengan yang dikeluarkan Kemendag.

Untuk memajukan UMKM ke dunia luar harus mendaftarkan website anda pada portal bisnis internasional seperti Alibaba dan lain sebagainya.setelah itu siapkan model surat yang akan dipergunakan baik surat penawaran. “Pengertian eksport adalah suatu kegiatan perdagangan dimana barang dan jasa di dalam negeri dijual dan dikirimkan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.” Tutup Edy Purwanto (Iko Muhyidin)

 

  • Satu Tahun Pelatihan Gojek Wirausaha, Ribuan Ibu-Ibu Muslimat NU Go Digital
    ● Lebih dari 1.200 anggota MNU telah dilatih di 11 kota, membuat mereka siap jadi perempuan mandiri
    secara ekonomi.
    ● Kolaborasi antara 2 ekosistem besar Gojek dan Muslimat NU yang telah terjalin sejak 2018 membuat
    gerakan ekonomi digital masuk ke pelosok nusantara.
    ● Sebagai platform teknologi terdepan, pengguna aktif mingguan Gojek tercatat 1,5 kali lipat lebih tinggi
    dibanding aplikasi on-demand sejenis.
    JAKARTA, 12 Desember 2019 – Setelah satu tahun digelar, pelatihan Gojek Wirausaha sukses mengajak
    ribuan ibu-ibu yang tergabung dalam Muslimat Nahdlatul Ulama (MNU) serta badan otonom Pengurus
    Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) paham digital dan mendapatkan akses sebagai tambahan pendapatan.
    Dengan kolaborasi strategis dua ekosistem besar ini, ribuan ibu-ibu bisa memanfaatkan teknologi dan
    ekosistem Gojek untuk naik kelas dan siap bersaing di era ekonomi digital. Saat ini, Gojek merupakan
    ekosistem teknologi terbesar di Indonesia, dengan pengguna aktif mingguan Gojek tercatat 1,5 kali lipat
    lebih tinggi dibanding aplikasi on-demand sejenis.
    Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan, “Pelatihan Gojek Wirausaha ini merupakan
    salah satu bentuk komitmen kami untuk menciptakan dampak sosial lebih besar. Kami di Gojek percaya,
    cara paling cepat dan efektif untuk meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia adalah dengan
    memperkuatUMKM dan menyiapkan mereka menghadapi era digital. Berbeda dengan kerjasama
    strategis lainnya, kerja sama dengan MNU ini menggandeng ibu-ibu yang bisa menjadi ‘agent of change’
    mengajak komunitasnya menjadi lebih paham teknologi.”
    “Melalui Gojek Wirausaha, Gojek mengajak anggota MNU yang siap dibina untuk menjadi perempuan
    mandiri secara ekonomi supaya gerakan ekonomi digital dapat masuk ke pelosok nusantara,” lanjut Nila.
    Dalam satu tahun terakhir, Gojek Wirausaha telah melatih 15.000 pelaku UMKM, termasuk ribuan
    anggota MNU di 11 kota dari Medan hingga Manado. Gojek Wirausaha juga telah melatih lebih dari 20
    komunitas lainnya mulai dari organisasi kemasyarakatan hingga komunitas di bawah pemerintah.
    Dalam kesempatan yang sama, Siti Aniroh Slamet Effendy, Ketua IV Muslimat NU menjelaskan “Kami
    mengapresiasi kerja sama yang dilakukan bersama Gojek dengan Muslimat NU sejak 2018. Gojek sebagai
    perusahaan teknologi telah berhasil membantu ratusan ribu UMKM naik kelas dan memiliki pengetahuan
    serta pengalaman sukses di era digital untuk dibagikan kepada UMKM lainnya melalui pelatihan Gojek
    Wirausaha. Dengan jumlah anggota yang mencapai lebih dari 30 juta di seluruh Indonesia, kami Muslimat
    NU sebagai salah satu organisasi perempuan terbesar diIndonesia berharap dapat menggerakan
    perekonomian masyarakat, khususnya para anggota yang merupakan tulang punggung bagi
    perekonomian keluarga.”
    Berbeda dengan pelatihan wirausaha lainnya, Gojek Wirausaha tidak hanya didesain untuk peserta yang
    baru mulai usaha tetapi juga para pengusaha UMKM supaya bisa naik kelas memanfaatkan ekosistem
    Gojek. “Kami merancang khusus kurikulum Gojek Wirausaha guna menjawab tantangan yang dihadapi
    UMKM. Mulai darimemulai usaha hingga meningkatkan skalabisnisnya melaluiteknologi. Berbagai tips
    diberikan untuk mengembangkan usaha sekaligusmenyediakan sesi konsultasi bagi peserta untuk
    langsung mendaftarkan usaha mereka di platform Gojek,” kata Nila.
    Dalam pelatihan tersebut, peserta bisa bergabung menjadi merchant GoFood untuk memperluas
    jangkauan pasar kuliner, menjadi rekan usaha GoPay untuk menerima pembayaran non-tunai dengan,
    serta menjadi Ketua Arisan Mapan untuk merencanakan dan mewujudkan barang impian melalui metode
    arisan. Kesempatan ini diberikan agar pelaku UMKM perempuan ini bisa langsung memasarkan, menjual,
    dan mengembangkan usahanya secara digital.
    Salah satu kisah sukses pelatihan Gojek Wirausaha datang dari komunitas MNU di Kalibaru, Banyuwangi.
    Heni Hermawati – anggota komunitas MNU yang bisa memanfaatkan dua layanan dari ekosistem Gojek.
    Setelah pelatihan beliau langsung memulai usaha kuliner di GoFood. Menariknya, untuk mendapatkan
    peralatan usaha, Ibu Heni memanfaatkan ekosistem Gojek lainnya yaitu Arisan Mapan. Dengan menjadi
    Ketua Arisan Mapan dan merchant GoFood sekaligus, beliau mendapatkan tambahan pendapatan
    sekaligus mengembangkan komunitasnya supaya lebih berdaya.
    Dampak positif keberadaan ekosistem Gojek terhadap perkembangan UMKM terlihat dari pertumbuhan
    transaksi yang dirasakan lebih dari 500.000 mitra merchant, yang 96% diantaranya adalah UMKM. Data
    perusahaan internal menunjukkan mitra UMKM yang bergabung dengan GoFood mengalami rata-rata
    peningkatan omzet 3,5 kali lipat.
    Sementara itu, riset independen dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
    Indonesia (LD FEB UI) di tahun 2018 mengungkapkan 93% UMKM mengalami peningkatan volume
    transaksi dan 97% UMKM mengalami peningkatan omzet setelah bergabung dengan GoFood. (Iko Muhyidin)

JAKARTA, 12 Desember 2019 – dalam rangkaian hari jadinya yang ke-74 yang jatuh pada tanggal 06 Oktober 2019 lalu, Perusahaan Umum Produksi Film Negara mengadakan Vital Voices Festival atau Festival Perempuan dalam Film, Seni dan Budaya, yang akan berlangsung selama 8 hari, mulai Sabtu 07 Desember sampai dengan Sabtu 14 Desember 2019, bertempat di Gedoeng Jasindo, kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Utara, yang merupakan kerja sama antara Perum PFN dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dan PT Pesonna Indonesia Jaya.

Setelah berlangsung dan memasuki hari ke lima, antusias masyarakat akan gelaran ini tampak sangat menarik minat untuk bergabung dan bersama sama menyerap berbagai macam informasi dan bentuk hiburan dalam gelaran ini.

Setelah dihari pertama dibuka oleh Menteri Ketenagakerjaan Ibu Ida Fauziyah, VVF yang selain menggelar seminar yang mengupas tentang peran perempuan diberbagai bidang juga menggelar sesi movie screening. Pada saat hari kedua gelaran dihadiri public figure seperti Marcella Zalianty yang disambut hangat para pecinta film Indonesia.

Selain itu para perempuan hebat yang sukses menciptakan image handal dalam peran dibidangkan tidak sungkan untuk berbagi ilmu dengan masyarakat yang hadir diacara ini. Seperti Rina Trisnawati sebagai founder dari product yang kembangkan untuk membantu para ibu yang mempunyai anak berkebutuhan khusus dengan cara mengajak para ibu tersebut produktif guna kelangsungan hidup keluarganya.

Hal lain yang menarik adalah dari workshop yang digelar, antusias para perempuan untuk belajar pun sangat tinggi. Seperti workshop Eco Bath dimana para perempuan ini diajarkan untuk membuat sabun alami yang dipandu oleh Sarah Safira.

Fokus pada hari kelima ini akan hadir di sesi seminar tema yang mengangkat pentingnya Millenial Beli Rumah yang akan dibahas oleh nara sumber Ibu Anna Kunti Pratiwi, beliau sebagai direktur pemasaran Perumnas bersama juga Ibu Karlina  Ratnasuri sebagai founder Zanneta and social media manager on local fashion brand, akan memberikan tips dan trik dalam mengarahkan generasi melinial untuk berpikir pentingnya memiliki rumah. Lalu sesi seminar kedua akan menghadirkan  Ibu Pohpy Adriana Zainal sebagai Director VPro Communication dan Key Mangunsong seorang penulis, sutradara film yang akan membahas Management Entertaiment.

Untuk segment workshop akan menggelar bentuk pelatihan dan demo Pundutan-Buthelan (Furoshiki) yang dipandu oleh Ibu Ida Syaranie sebagai penggiat Forushiki.

Yang tidak kalah menarik dihari kelima, pasa sesi movie screening akan ditayangkan film MAMA MAMA JAGOAN, yang juga akan kedatangan produser film tersebut Wilza Lubis dan salah satu pemeran utama dari film ini yaitu Widyawati sebagai yang semua kita kenal artis senior yang tidak dipungkiri lagi sebagai artis senior dengan segudang prestasi di bidang film. Dan mengakhiri hari kelima penyelenggara VVF akan diputar film Susi Susanti yang merupakan salah satu film box office di tahun 2019 ini . (Iko Muhyidin)

Jakarta, 11 Desember 2019 — Komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, partisipasi tersebut merupakan indikator penting dan konkrit dari peran suatu negara dalam memberikan kontribusi untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Dompet Dhuafa sangat memahami dinamisme dari dunia dengan terus menghadirkan perubahan generasi di dalamnya. Melalui Rangkaian Youth For Peace Camp 2019 yang dihadiri Sebanyak 30 delegasi muda dari 30 negara menyelenggarakan diskusi serta ikut partisipasi dalam Dompet Dhuafa Global Network Launching, Roadmap of Indonesia Role on International Peacebuilding di Balai Kartini, Jakarta. (Rabu, 11/12)

Menurut data Badan Pengungsi PBB (UNHCR) pada 2018, terdapat 70,8 juta orang terlantar di seluruh dunia, sekitar 29,8 juta adalah pengungsi dan hanya ada 92.400 pengungsi dipindahkan ke ketiga negara. Konflik tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah pengungsi dan pencari suaka di Dunia. Banyak orang melarikan diri dari negara mereka untuk mencari tempat yang lebih aman dan lebih baik. “Krisis Pengungsi hingga Kemanusiaan” adalah berita utama di surat kabar di seluruh dunia. Banyak pencari suaka mencoba untuk melintasi perbatasan seperti di Yunani untuk menjangkau negara-negara di Eropa. Beberapa dari mereka pergi ke tetangga mereka negara di Timur Tengah atau negara transit di Asia Tenggara.

Menurut drg. Imam Rulyawan, MARS selaku Executive Director of Dompet Dhuafa, “Di era 4.0 ini, Dompet Dhuafa meyakini bahwa banyak orang ingin terlibat dalam perdamaian dunia. Youth For Peace Camp 2019 adalah momentum utama dalam meningkatkan”.

Pada acara Dompet Dhuafa Global Network Launching, Roadmap of Indonesia Role on International Peacebuilding dihadiri sejumlah tokoh yakni Achsanul Habib sebagai Direktur Hak Asasi Manusia dan Urusan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Abdus Sabur sebagai Co-Founder, Asian Moslem Action Network (AMAN), Wahfiudin Sakam sebagai Dewan Syariah Dompet Dhuafa dan Ahmad Nashrullah sebagai Program Officer For Humanitarian Affairs- ICRC

Sebagai respon kemanusiaan, Dompet Dhuafa telah membantu penangangan ratusan orang etnis Rohingya yang terdampar di wilayah Langsa, Aceh sejak tahun 2015. Terdampar di perairan Indonesia, para pencari suaka ini mendapat berbagai bantuan baik berupa logistik makanan dan layanan kesehatan yang merupakan amanah para donatur Dompet Dhuafa digulirkan. Selain kebutuhan pakan dan logistik, Dompet Dhuafa juga turut berkontribusi dalam pendidikan untuk pengungsi Rohingya yaitu melalui program School for Refugees yang hadir untuk mengasah keterampilan bagi pengungsi Rohingya. Dompet Dhuafa membuat program ini untuk diterapkan di dua titik pengungsian yaitu Bayeun dan Langsa.

“Respon kemanusiaan Dompet Dhuafa tidak hanya di dalam negeri saja, namun telah dilakukan di beberapa negara yang tengah mengalami konflik kemanusiaan seperti di Gaza-Palestina, Dompet Dhuafa juga mendistribusikan 500 paket makanan per harinya kepada anak-anak di negara tersebut dengan menggunakan mobil khusus layanan dapur umum. Hingga bencana alam maupun kemanusiaan lainnya seperti Somalia, Nepal, Myanmar dan Filipina”, tutup Imam Rulyawan. (Iko Muhyidin)

Akulaku Finance paparkan pencapaian hingga akhir tahun dan umumkan pemenang Kompetisi
Jurnalistik 2019 lewat Year End Media Gathering

Jakarta, 10 Desember 2019 – Akulaku Finance, perusahaan pembiayaan berbasis digital
ternama di Indonesia, menggelar Year End Media Gathering sekaligus mengumumkan pemenang Kompetisi Jurnalistik 2019. Kompetisi menulis tersebut merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap para insan pers yang mempunyai peran penting dalam meningkatkan literasi keuangan di era ekonomi digital. Bertemakan “Inovasi Layanan Teknologi Finansial,
Disrupsi, serta Manfaat bagi Perekonomian Indonesia”, kompetisi yang telah berjalan berlangsung sejak bulan Juli berhasil mengumpulkan karya tulis informatif sekaligus inspiratif
yang dapat berkontribusi positif pada peningkatan literasi keuangan.
Setelah melalui proses penjurian, telah didapat 3 pemenang dengan detail sebagai berikut:
1. Juara ke- 1
: Cahyo Prayogo
Media : Warta Ekonomi
Judul Tulisan : Fintech Bukan Melulu Kredit Konsumtif
2. Juara ke-2
: Lalu Ahmad Hamdani
Media : Tek.id
Judul Tulisan : Tawaran Jasa Keuangan dan Fintech Lewat SMS Ternyata Langgar Aturan
3. Juara ke-3
: Ahmad Nabhani
Media : Harian Neraca
Judul Tulisan : Perluas Inklusi Keuangan lewat Inovasi Layanan Kekinian

Pada kesempatan yang sama, Akulaku Finance juga memaparkan beberapa pencapaian di tahun ini. “Lebih dari 4 triliun rupiah telah disalurkan untuk pembiayaan konsumen kepada lebih dari 3
juta orang Indonesia yang merupakan pengguna Akulaku. Kami juga telah menekan angka NPF hingga dibawah 1%. Pencapaian tersebut dapat terwujud atas dukungan banyak pihak, yaitu
diantaranya OJK selaku regulator maupun rekan-rekan media,” ujar Efrinal Sinaga selaku Direktur Utama Akulaku Finance.

Didukung pula dengan data yang ditunjukkan Fintech Report 2019 oleh Daily Social, Akulaku Finance sebagai perusahaan pembiayaan berbasis digital dengan layanan yang paling banyak digunakan. 65,9% dari 343 responden menggunakan layanan Akulaku Finance dengan 3 alasan utama yakni layanan nya dibutuhkan, terpercaya serta menjadi alternatif pembiayaan.

Dalam mengukuhkan komitmennya untuk memberikan pembiayaan dengan cara kredit agar dapat diakses bagi masyarakat yang sulit terjangkau oleh layanan keuangan, Akulaku Finance
terus berinovasi dimana telah mengeluarkan produk kredit terbaru, yaitu Kredit Kendaraan Bermotor. Produk kredit tersebut menyediakan fasilitas tunai dengan agunan BPKB mobil yang
dapat digunakan untuk kebutuhan modal kerja, rumah tangga dan lainnya. Maksimal kredit yang diberikan adalah 500 juta rupiah dengan pencairan dana sampai 85% dari harga kendaraan
(syarat dan ketentuan berlaku) dengan detail tenor dan bunga yaitu 1-3 tahun dengan bunga 12% (flat) dan 4-5 tahun dengan bunga 12,5% (flat).

Lebih lanjut Efrinal menuturkan bahwa Akulaku Finance kedepannya akan berupaya menghadirkan inovasi-inovasi layanan keuangan yang dibutuhkan demi mewujudkan keuangan inklusif di Indonesia. ( Iko Muhyidin )

Jakarta, 6 Desember 2019 – Rindangnya pepohonan sebagai rona dan pelengkap dalam proses hidup membaur dan berdampingan. Saat kondisi lingkungan semakin memperhatinkan, alam dan lingkungan semakin rusak, budaya semakin terkikis oleh perkembangan jaman. Harapan satu-satunya adalah bagaimana kita semua, sebagai generasi yang ada sekarang untuk selalu menjungjung tinggi nilai budaya dan selalu tanggap. Satu hal mengenai pemahaman mencintai alam, bisa dengan aktivitas untuk mengingatkan kembali bahwa Ibu Pertiwi atau lingkungan alam sekitar. Dapat kita bahasakan dalam mencintai kebudayaan, membuat sebuah aktifitas yang peduli dengan lingkungan kita tapi dengan media budaya. Salah satunya kegiatan yang akan di laksanakan di Hotel darmawangsa tanggal 6 desember 2019 Soun Of Nature In harmony

This slideshow requires JavaScript.

Soun Of Nature In Harmony persembahan Roemah Kebaya Vielga by Vielga Weninda berkolaborasi dengan Mis Mysa Accessories by Emylla Maisa dan di dukung oleh PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk atau BNI. Sebuah kolaborasi keselarasan dalam pengagungan kebudayaan dan kecantikan alam. Roemah Kebaya Vielga by Vielga Wenninda menyediakan kebaya encin, yang fokusnya kepada bordiran manual. Kebaya dengan bordiran manual akan sangat bagus detailnya ataupun dari tekhnik pengerjaannya dibandingkan dengan bordiran computer lebih mass production. Akan sangat halus, artistic dan setiap produk yang dihasilkan tidak akan sama. Sehingga sangat eklusif bagi pecinta kebaya border.

Dan Miss Mysa accessories by Emylla maisa adalah brand accessories atau perhiasan yang menyediakan berbagai macam pilihan untuk penampilan semakin sempurna. Bahan utamanya adalah mutiara air tawar dan air laut. Juga kerang-kerang yang di hasilkan dari kepulauan Indonesia. Juga menggunakan batu-batuan seperti sirkon, Swarovski, druzy, dikombinasikan dengan ornament seperti perak, tembaga, kuningan, emas dan kulit. Dengan cirri khas Design yang customize sehingga menghasilkan koleksi unik, dan tidak pasaran,. Dengan melibatkan pengrajin di berbagai Indonesia, diharapkan produk Miss Mysa juga ikut mendukung dalam menggerakan perekonomian daerah.

 

Hal inipun sejalan dengan BNI yang senantiasa turut berperan aktif dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan kemajuan ekonomi dan social, dalam hal ini melalui pemberdayaan industry kreatif nasional berupa produk kerajinan tangan atau handicraft.

Acara ini dipandu oleh Maudy Koesnaedi sebuah akselerasi ungkapan cinta kepada alam. Sebuah symbol pengagungan dan pengingat eksistensi kehidupan manusia karena kecintaan kita terhadap alam. Soun Of Nature In harmony sebuah kolaborasi yang tertata Roemah Kebaya Vielga by Vielga Wenninda dan Miss mysa Accessories by Emylla Maisa dan didukung oleh BNI. Sebuah gelar karya yang memberikan gambaran dan pemahaman kepada kita semua. Pemahaman dimana harapan satu-satunya adalah tinggal bagaimana kita bersikap. Untuk selalu menjungjung tinggi nilai budaya dan selalu tanggap. Sebelum terlambat berbuatlah sekecil apapun itu. Lingkungan dan budaya menghargai kita apabila kita juga menghormati mereka.       ( Iko / Rezky / Foto oleh Irwansyah)

 

Jakarta 1 Desember 2019 – TheShonet.com, yang merupakan expert social platform, kini tak hanya menjadi medium bagi industry experts untuk membuat konten. Pada hari Minggu, 1 Desember 2019 The Shonet resmi merilis edisi kesembilan dari The Shonet Monthly Issue.

The Shonet Monthly Issue hadir dalam format PDF yang bisa diunduh setiap awal bulannya di situs TheShonet.com. Berbeda dengan majalah pada umumnya, The Shonet Monthly Issue menyuguhkan konten fashion dan beauty melalui riset berdasarkan digital analytics.

This slideshow requires JavaScript.

Selain laporan akan produk yang banyak dicari di internet yang dikemas dengan layout menarik, The Shonet Monthly Issue juga menampilkan fashion editorial dan cover story bersama figur terpilih dari industri kreatif.

Untuk The Shonet Monthly Issue edisi kesepuluh hadir dengan tema Holiday. The Shonet
mengundang Audrey Tapiheru tentang proyek solo dan single terbaru. Simak selengkapnya
di The Shonet Monthly Issue edisi Desember 2019 ini.

Melanjuti edisi perdananya di bulan Mei, The Shonet Men kembali hadir dengan Teza Sumendra yang kali ini terpilih menjadi cover story. Masih dalam tema Holiday, Teza akan berbagi mengenai single terbaru dan tentang gayanya.

Alva Susilo, Fashion Stylist: “The Shonet adalah sebuah platform yang tepat untuk menggabungkan setiap experts di industri fashion, jurnalistik, beauty dan lainnya. The Shonet adalah sebuah platform di mana setiap orang dapat membagikan opini mereka.

Saya sangat menyukai fitur dan orang-orang dibalik The Shonet dan semoga The Shonet
terus berkembang dan menjadi social platform terbaik.”
Archangela Chelsea, Makeup Artist: “The Shonet adalah platform andalan saya mengenai
informasi yang berhubungan dengan fashion dan beauty.”
Catherine Halim, Lifestyle Influencer: Melalui The Shonet, saya kini dapat terkoneksi dengan mudah dengan para expert. Hal paling mengagumkan dari The Shonet adalah saya
mendapatkan informasi dari real people.
Personally, hal seperti ini memberi nilai tersendiri bagi saya di mana saya dapat menyaring
informasi dari internet secara lebih efektif”

 

Jakarta (28 November 2019)  Hari ini ASUS resmi membuka ROG Store kedua di Jakarta, tepatnya di Mall Ambassador. ASUS ROG Store Mall Ambassador hadir tidak hanya sebagai tempat untuk membeli produk ROG dan produk gaming ASUS, tetapi juga merupakan tempat untuk mengetahui informasi terkini mengenai produk serta teknologi gaming ROG. Pengunjung bahkan dapat menjajal berbagai produk ROG terkini dan merasakan pengalaman bermain game terbaik di ROG Store Mall Ambassador.

Kami mengerti gamer tidak akan puas hanya dengan melihat produk di website. Untuk itulah kami menghadirkan ROG Store Mall Ambassador sebagai fasilitas lengkap, khusus untuk gamer yang ingin mengetahui, menjajal, serta membeli produk ROG,” ujar Jimmy Lin, Regional Director ASUS Southeast Asia. “Ini merupakan komitmen ASUS untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi gamer di Indonesia, khususnya di jakarta,” tambah Jimmy.

 Fasilitas Lengkap

ROG Store Mall Ambassador menggunakan konsep modern yang mengedepankan user experience. Di tempat ini, pelanggan dapat menjajal berbagai produk notebook ROG seri terbaru. Setiap experience zone didampingi staff berpengalaman sehingga pelanggan bisa mendapatkan informasi paling akurat dari setiap produk yang dipamerkan.

Lini  produk notebook yang dihadirkan tersedia mulai dari notebook gaming kelas mainstream seperti TUF Gaming hingga notebook premium seperti ROG Strix dan Zephyrus Series. Salah satu produk terbaru yang ada di ROG Store Mall Ambassador adalah ROG Strix III dan Zephyrus versi Glacier Blue yang merupakan notebook gaming premium dengan warna Glacier Blue yang sangat elegan.

ROG Store Mall Ambassador juga menyediakan berbagai lini notebook gaming ASUS, termasuk yang menggunakan prosesor AMD Ryzen, seperti TUF Gaming FX505DV dan Zephyrus G GA502DU. Bagi gamer yang ingin mencari notebook gaming tipis dan ringkas, ROG Store Mall Ambassador menyediakan lini ROG Zephyrus yang merupakan notebook gaming paling tipis di dunia dan ditenagai oleh chip grafis NVIDIA GeForce RTX yang powerful.

Tidak hanya gamer, ROG Store Mall Ambassador juga merupakan tempat yang tepat bagi para content creator yang ingin mencari notebook untuk menunjang pekerjaannya. ROG Zephyrus M dan Zephyrus S merupakan notebook gaming yang juga dapat diandalkan para profesional kreatif serta content creator untuk berkarya karena telah dilengkapi dengan spesifikasi kelas profesional dan layar bersertifikasi Pantone Validated Display.

Dapatkan Promo Menarik

Pelanggan yang membeli notebook gaming ASUS di ROG Store Mall Ambassador akan berkesempatan mendapatkan berbagai promo menarik. ASUS menyediakan ratusan hadiah langsung yang bisa didapatkan konsumen saat pembelian unit, seperti Jaket ROG Under Armour, Voucher belanja, ROG Tumbler lain-lain. Pelanggan juga dapat mengikuti lucky draw spesial berhadiah ROG Phone 2 terbaru, Headset Gaming, dan berbagai hadiah menarik lain senilai jutaan rupiah cukup dengan berbelanja senilai 10 juta rupiah (dan kelipatannya). Semakin besar nilai belanja, semakin besar kesempatan untuk membawa pulang hadiah utama tersebut. Promosi menarik ini berlaku mulai 28 November hingga 28 Desember 2019 di ROG Store Mall Ambassador.

ROG Store Mall Ambassador juga menghadirkan keuntungan lebih kepada pelanggannya. Bekerjasama dengan BliBli, ROG Store Mall Ambassador menyediakan pembayaran melalui layanan BliBli Instore dengan fasilitas cicilan 0% hingga 24 bulan dari berbagai kartu kredit bank tanpa biaya tambahan atau surcharge.

Kemudahan lainnya adalah ASUS Exclusive Store menyediakan fasilitas cicilan dengan bunga 0% untuk pengguna kartu kredit AEON. Pelanggan juga dapat memanfaatkan fasilitas cicilan dengan bunga 0% melalui Kredit Plus di ROG Store Mall Ambassador.           (Iko Muhyidin)

Jakarta, Kamis 28 November 2019The Ocean Entertainment hari ini membawa kabar gembira bagi seluruh penggemar group band yang digawangi oleh Ridho, Ivanka, Bimbim, Kaka dan Abdee dalam SLANKING FOREVER 36 KONSER 36 TAHUN SLANK yang akan dilaksanakan bertepatan pada perhelatan malam tahun baru, Selasa, 31 Desember 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno – GBK, Senayan Jakarta, pintu masuk mulai dibuka pukul 19.00 wib

 

“SLANKING FOREVER 36 – KONSER 36 TAHUN SLANK” merupakan sebuah perayaan hari jadi grup band legendaris SLANK setelah berkiprah selama 36 tahun di blantika musik Indonesia.

Dibentuk pada tahun 1983 oleh anak-anak SMA dengan nama awal Cikini Stones Complex (CSC) dan mengalami banyak perubahan personil hingga akhirnya dapat menjadi group band yang dikenal dan dikagumi oleh para Slankers dan Slanky di tanah air sampai saat ini.

Sudah banyak album yang sukses diciptakan oleh grup band kawakan ini, album terbaru SLANK telah dirilis pada bulan Agustus 2019 lalu berjudul “SLANKING FOREVER. Alasan pemilihan judul “SLANKING FOREVER” menurut Bimbim Slank mengatakan “ini adalah sebagai bentuk harapan agar karya SLANK bisa terus abadi di industri musik tanah air. Slank itu hati, hati itu hidup, hidup itu abadi, abadi itu ‘Sorga’, Slanking Forever sampai langit tertinggi, album ini sangat istimewa bagi Slank karena proses pembuatannya yang dilakukan di studio Lokananta, Solo, Jawa Tengah yang merupakan studio rekaman pertama dan satu-satunya milik pemerintah Indonesia. Dengan telah dirilisnya album terbaru Slanking Forever kami ingin mengajak Slankers dan Slanky untuk bersama-sama menikmati moment istimewa sekaligus merayakan ulang tahun SLANK yang ke-36 di SLANKING FOREVER 36 – KONSER 36 TAHUN SLANK dan merayakan pesta malam tahun baru 2020 di Gelora Bung Karno – GBK”. 

Konser ini diharapkan akan menjadi alternatif bagi para Slankers dan Slanky yang ingin menghabiskan malam akhir tahun bersama group band kesayangan mereka di Jakarta. 

KV Slanking Forever 36.jpeg 

SLANKING FOREVER 36 – KONSER 36 TAHUN SLANK akan turut dimeriahkan oleh musisi band-band pilihan generasi terbaru yang telah diseleksi dan dipilih langsung oleh SLANK, dalam kesempatan yang sama Kaka Slank menyampaikan “Perjalanan karir musik SLANK di tanah air telah mencapai  usia 36 tahun, kita ingin menampilkan generasi baru SLANK yang akan datang, bertepatan dengan hari jadi SLANK yang ke-36 sekaligus merayakan malam pergantian tahun baru, kami akan menampilkan musisi band-band generasi baru yang sayang untuk dilewatkan, siapa saja band-band pilihan kami tersebut? tentunya saya mengajak Slankers dan Slanky untuk bisa bergabung bersama kami pada 31 Desember 2019 nanti di SLANKING FOREVER 36 – KONSER 36 TAHUN SLANK”     

Niken Ayu selaku CEO dari The Ocean Entertainment menambahkan “acara Slanking Forever 36 akan didukung oleh tim keamanan sekitar 2.500 personil serta perlengkapan konser musik yang spektakuler dengan tata panggung berdimensi 40-meter x 20-meter dan tata suara 300.000-watt untuk menghebohkan suasana pesta malam tahun baru menuju tahun 2020. kami sangat mengerti bahwa di berbagai area ibu kota Jakarta akan ada banyak acara pilihan perhelatan malam tahun baru, namun kami ingin mengajak semua Slankers dan Slanky untuk datang ke konser Slanking Forever 36 untuk merayakan ulang tahun Slank yang ke-36 tahun sampai countdown detik-detik menuju pergantian tahun baru dan sing-along lagu-lagu hits Slank di GBK Senayan, target penonton yang kami harapkan sekitar 35.000 penonton yang hadir untuk menyaksikan acara ini”

Harga tiket yang dirilis untuk menyaksikan “SLANKING FOREVER 36 – KONSER 36 TAHUN SLANK” pun bisa dikatakan cukup terjangkau untuk sebuah pertunjukan berskala stadion. Tiket tersedia dalam 7 kategori kelas* yaitu :

–       Tribun Atas (3 & 10)                : Rp.    100.000, –

–       Tribun Tengah                          : Rp.    250.000, –

–       Zona A                                       : Rp.    400.000, –

–       Zona B                                       : Rp.    450.000, –

–       Festival                                     : Rp.    500.000, –

–       VIP Barat (A & B)                    : Rp. 1.000.000, – 

Tiket Presale konser SLANKING FOREVER 36 – KONSER 36 TAHUN SLANK akan dijual mulai dari tanggal 01 Desember 2019 mulai pukul 17.00 wib hanya di www.slank36.loket.com dengan harga presale khusus untuk kelas* sebagai berikut:

–       Tribun Atas (3 & 10)               : Rp.      80.000, –

–       Tribun Tengah                          : Rp.    200.000, –

–       Zona A                                       : Rp.    320.000, –

–       Zona B                                       : Rp.    360.000, –

–       Festival                                      : Rp.    250.000, –

–       VIP Baraat (A & B)                   : Rp.    800.000, – 

*) Harga tiket belum termasuk pajak tontonan 5%

Tiket dengan harga normal dapat diperoleh mulai tanggal 08 Desember 2019 di www.slank36.loket.com, untuk rekanan tiket box dan informasi lebih lanjut dapat mengikuti Instagram kami di @ocean.ent_live ( Iko Muhyidin )