Turut Dibintangi Oleh Sultan Djorghi, Cantika, dan Fachri Albar, Renata Kusmanto

(Jakarta, Mei 2020) Kuy! Entertainment, media digital yang diprakarsai oleh Raffi Ahmad dan Gading Marten, mempersembahkan original webseries yang bertajuk “Curhat Online” siap tayang di bulan Ramadan dengan sajian yang unik. Gading Marten, Acha Septriasa, dan Enzy Storia akan beradu peran sebagai pegawai start up. Webseries “Curhat Online” akan tayang mulai tanggal 15 Mei di kanal YouTube Kuy Entertainment.

Hari ini diluncurkan video trailer yang dapat disaksikan di Instagram dan YouTube Kuy Entertainment. Video trailer satu menit menampilkan Gading Marten yang berperan sebagai Nadif, seorang Human Relation yang berusaha membuat karyawan lainnya tetap produktif dengan mengajak mereka untuk curhat kepadanya. Sisanya diperlihatkan bagaimana keseruan para karakter dalam menghadapi situasi pandemi dan tetap berinteraksi dengan para pegawai kantor lainnya.

“Curhat Online” bercerita tentang Nadif (diperankan oleh Gading Marten), seorang Human Relation yang bekerja di sebuah start up berkembang di Jakarta. Secara mendadak dikarenakan pandemi Covid-19 semua pegawai diminta untuk melanjutkan pekerjaan dari rumah. Biasa bekerja dalam lingkungan kerja yang serba cepat, sekarang semua orang jadi melamban. Karena hal tersebut, beberapa pegawai mulai kehilangan pegangan. Memasuki bulan Ramadan dengan beberapa karyawan berpuasa dan berusaha tenang, situasi pekerjaan malah terasa makin sulit.

Selain Gading Marten, ada juga Acha Septriasa berperan sebagai Saski di posisi Employee Relations, Enzy Storia sebagai Mira yang menjadi Business Development Manager, Sultan Djorghi sebagai Rama yang berposisi Account Manager, Cantika sebagai Aldo/Aras si Data Scientist, Fachri Albar, dan Renata Kusmanto yang menjadi pasangan suami istri yang merupakan Operations Manager.

Webseries “Curhat Online” merupakan sajian terbaru dari Kuy! Entertainment. Sebelumnya Kuy Entertainment banyak memproduksi konten YouTube maupun Instagram seperti MARKICOB, LIMA, #PODSKUY, dan NANTANG. Konten tersebut dapat ditonton di kanal YouTube KUY Entertainment dan instagram kuyentertainment.

Jakarta, 12 Mei 2020 — Setelah sukses memproduksi film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2,Timo Tjahjanto akan menghadirkan sebuah film horor baru berjudul Perempuan Bergaun
Merah. Kali ini Timo bertindak sebagai produser. Sementara William Chandra dipercaya menjadi sutradara dan penulis skenario.

Film ini adalah produksi Frontier Pictures yang bekerjasama dengan Legacy Pictures, Brown Entertainment dan Rapi Films. First look film Perempuan Bergaun Merah sebelumnya sudah diperlihatkan di opening film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 saat tayang di bioskop, dan menampilkan Tatjana Saphira sebagai pemain utama.

This slideshow requires JavaScript.

Bagi Tatjana, ini adalah pertama kalinya ia bermain film pure bergenre horor. Sebuah tantangan baru Tatjana dalam karier aktingnya sebab ia mengambil peran di luar zona nyamannya. Tatjana
pun mengungkapkan motivasinya mengambil tawaran bermain film horor. “Dalam memilih film, salah satu hal yang aku jadikan tolak ukur adalah pengalaman apa yang akan aku dapatkan dari film tersebut. Aku ingin punya filmografi yang variatif. Supaya ketika menjalani produksinya, ada banyak hal baru yang bisa aku pelajari, ada sisi lain dari diriku juga yang bisa aku tunjukkan," ungkap Tatjana.

Dalam first look yang dirilis menguak sedikit jalan cerita film ini yakni teka teki akan sosok arwah penasaran seorang perempuan yang kerap menghantui manusia dengan mengenakan gaun merah. Ia dikisahkan tak akan berhenti meneror hingga dendamnya terbalaskan.
Tatjana Saphira akan beradu akting dengan sederet bintang lainnya diantaranya Refal Hady, Aufa Assagaf, Stella Cornelia, Faradina Mufti, Dayu Wijanto, Ibrahim Risyad, dan Bagus Jordy Rizkyanda. Film Perempuan Bergaun Merah disutradarai oleh William Chandra, filmmaker berbakat yang sudah melahirkan beragam judul film seperti End, The (2007), Nemesis (2009), 3 Sum (2013), Sekte (2019).

Film Perempuan Bergaun Merah merupakan film kedua produksi Frontier Pictures setelah film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2. Proses shooting sudah selesai, direncakan film Perempuan Bergaun Merah akan segera tayang 2020.

Tayang mulai 4 Mei di iRadio Network serentak di 6 kota

(Jakarta, Mei 2020) Menyambut film “Guru-Guru Gokil” yang akan tayang segera tahun 2020, BASE Entertainment meluncurkan serial audio bersambung “Guru-Guru Gokil – Audio Series” yang menceritakan tentang kehidupan sang tokoh utama Taat Pribadi (diperankan oleh Gading Marten) dan guru-guru di SMA Gunung Asri sebelum kejadian di film “Guru-Guru Gokil” dimulai. Serial audio bersambung ini diproduksi oleh BASE Entertainment yang ditulis oleh salah satu penulisnya, Ambaridzki Ramadhantyo.

“Guru-Guru Gokil – Audio Series” mulai tayang tanggal 4 Mei 2020, tiga hari seminggu (Senin, Rabu, Jumat) di iRadio Network serentak di 6 kota, dan tayang juga rerun setiap episodenya di Instagram resmi Guru Guru Gokil @gurugurugokil, YouTube BASE Indonesia, dan Spotify Guru-Guru Gokil. Episode terbaru GGG mengudara perdana di iRadio Network serentak di 6 kota (Jakarta, Bandung, Jogja, Makassar, Banjarmasin, dan Medan) setiap pukul 14.40 WIB, kemudian di Instagram, YouTube, dan Spotify BASE Entertainment di hari yang sama pada pukul 16.00 WIB. Total ada 8 episode.

This slideshow requires JavaScript.

Dalam serial audio bersambung ini, diceritakan Taat Pribadi yang sudah beberapa tahun mengadu nasib di kota besar sedang mencari pekerjaan untuk membayar tunggakan kosan yang sudah menumpuk atau dia terpaksa harus meninggalkan kosan tersebut. Sementara itu bapak dari Taat Pribadi, Pak Purnama, yang menjadi guru di SMA Gunung Asri, sedang mencari penggantinya sebagai Wakil Kepala Sekolah.

​​

Dengan keadaan yang terjadi sekarang di mana PSSB sedang berlaku, “Guru-Guru Gokil – Audio Series” diharapkan dapat menemani audiens di rumah sembari berkenalan dengan para karakter dan dunia film “Guru-Guru Gokil”. Kisah keluarga yang menghibur tapi mengharukan ini dapat menjadi hiburan selama masa PSSB di mana semuanya sedang berkegiatan di rumah saja.

Sebagian besar pemain film “Guru-Guru Gokil” akan hadir di “Guru-Guru Gokil – Audio Series” sebagai karakter mereka di film. Antara lain: Gading Marten sebagai Taat Pribadi, Arswendy Bening Swara sebagai Pak Purnama, Faradina Mufti sebagai Ibu Rahayu, Boris Bokir sebagai Pak Manul, Kevin Ardilova sebagai Ipang, Ibnu Jamil sebagai Pak Gagah, Asri Welas sebagai Ibu Indah, Shakira Jasmine sebagai Saulina dan Dian Sastrowardoyo sebagai Ibu Nirmala.

Keunikan dari “Guru-Guru Gokil – Audio Series” ini adalah proses perekaman audionya dilakukan di rumah masing-masing di saat PSSB sudah berlaku. Tim BASE Entertainment mengirimkan alat rekaman ke rumah pengisi serial audio, lalu semuanya merekamnya sambil berkomunikasi via ZOOM agar interaksi antar karakter tetap mengalir. Rekaman dilakukan pada 11 dan 13 April.

“Guru-Guru Gokil” merupakan film pertama dari rangkaian tiga film Dian Sastrowardoyo yang berkolaborasi dengan BASE Entertainment dan yang direncanakan tayang tahun 2020, pencinta film Indonesia akan menyaksikan suatu hiburan yang jarang ditampilkan: kisah para guru dalam sebuah keadaan yang kocak dan tak terduga.

Jakarta, 30 April 2020 – Kabar membanggakan datang dari industri perfilman Indonesia. Film karya sutradara Joko Anwar, Gundala resmi melangkah ke kancah perfilman internasional. Film
bertema jagoan Indonesia itu dijadwalkan akan dirilis di Amerika Serikat pada Juli mendatang.

Screenplay Bumilangit selaku rumah produksi film Gundala bermitra dengan Well Go USA dan Premiere Entertainment Group. Keduanya menjadi pemegang lisensi dan distribusi film Gundala secara global. Gundala direncanakan akan diputar di bioskop kawasan Amerika Utara pada 28 Juli 2020.

Pengumuman ini sekaligus menambah deretan prestasi internasional film Gundala setelah sukses menembus Toronto International Film Festival, Kanada dan Paris International Fantastic Film Festival pada 2019 lalu. Hal ini sekaligus menandakan bahwa film Indonesia kian diperhitungkan di mata dunia.

Film Gundala merupakan film pertama dari jagad sinema bumilangit yang menghadirkan ragam tokoh jagoan adaptasi komik asli Indonesia. Sebagai pembuka, Gundala sukses mendapatkan sambutan hangat dari penonton dalam negeri. Sejak dirilis pada 29 Agustus 2019 bioskop, Gundala telah disaksikan lebih dari 1,7 juta penonton film tanah air, hal tersebut mencatatkan Gundala sebagai 10 film terlaris sepanjang tahun 2019.

Gundala juga berhasil menyabet sejumlah penghargaan bergengsi diantaranya Piala Citra untuk Penata Suara Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Penata Efek Visual terbaik, juga Piala Maya untuk kategori Aktor Cilik Terbaik, Tata Suara Terpilih, dan Tata Musik terpilih. Sukses dalam negeri, Gundala kemudian melebarkan sayap dengan tayang di bioskop Malaysia pada
Desember 2019.

Film Gundala ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar, film ini memiliki jajaran pemain bertabur bintang antara lain Abimana Aryasatya, Tara basro, Bront Palarae, Muzakki Ramdhan, Ario Bayu dan sederet pemain lainnya.

Gundala merupakan karakter komik yang diciptakan Hasmi Suraminata. Film Gundala bercerita tentang Sancaka telah hidup di jalanan sejak orang tuanya meninggalkannya. Menjalani kehidupan yang berat, Sancaka bertahan hidup dengan memikirkan keselamatannya sendiri.

Ketika keadaan kota makin buruk dan ketidakadilan berkecamuk di seluruh negara, Sancaka harus memutuskan, apakah dia terus hidup menjaga dirinya sendiri atau bangkit menjadi pahlawan mereka yang tertindas.
Sementara menanti film Gundala diputar di Amerika Serikat, Screenplay Bumilangit saat ini juga tengah fokus mempersiapkan dua film jagad sinema bumilangit selanjutnya yaitu Virgo and The Sparklings dan Sri Asih.

Film Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi resmi merilis poster official, menampilkan Jefri Nichol dan Aurora Ribero sebagai pemain utama. Nuansa cinta dan kebahagiaan di bawah hujan antara dua insan anak muda itu terpancar jelas dalam poster.

Film Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi merupakan film adaptasi novel best seller karya Boy Chandra. Sejak novel tersebut dirilis pada 2016, banyak pembaca yang langsung jatuh hati dengan kisah cinta yang disajikan. Tak ayal, saat pengumuman film ini sudah banyak pembaca yang menantikan kisah kasih para karakter dalam novel ini di layar lebar. Terlebih lagi film ini dibintangi dua artis muda Jefri dan Aurora. Ini merupakan kali pertama mereka berdua bermain dalam sebuah film.

“Saya senang banget bisa terlibat di film ini. Apalagi ceritanya sangat relate sama kehidupan sehari-hari. Bermain bareng Aurora sebuah pengalaman yang seru, tidak susah bagi kami untuk membangun chemistry karena masing-masing kita terbuka. Menurut saya Aurora selalu punya semangat besar untuk menghidupkan karakter yang ia mainkan di film Seperti Hujan,” ungkap Jefri menyambut film terbarunya.

This slideshow requires JavaScript.

Jefri Nichol memerankan karakter Kevin, sementara Aurora Ribero berperan sebagai Naya. Kevin dan Nara adalah sahabat sejak kecil, meski saling menyayangi, mereka berjanji untuk selalu menjadi Best Friend Forever. Kevin yang ternyata menyimpan rasa lebih dari seorang sahabat tidak pernah berani menyatakan perasaannya kepada Nara.
Malah Kevin lebih sering menemani Nara melalui masa-masa sulit saat percintaannya gagal.

Ketika Nara jatuh cinta kepada Juned yang diperankan Axel Matthew Thomas, cowok panjat tebing yang misterius, Kevin merasa tidak ada lagi harapan baginya untuk bisa bersama Nara
selamanya. Kevin pun berusaha move on dengan menerima Tiara (Nadya Arina).
Tak hanya merilis poster, Ifi Sinema dan Screenplay Films juga bekerjasama dengan penerbit Media Kita mencetak ulang novel Seperti Hujan dengan sampul poster film. Preorder novel telah dibuka 27 April hingga 4 Mei. Hal ini dilakukan sebagai bentuk promosi jelang penayangan filmnya. Terlebih lagi saat novel Seperti Hujan terbit pada 2016, sudah banyak pembaca yang jatuh hati.
“Seperti Hujan yang Jatuh Ke bumi, salah satu novel saya yang paling baik sambutannya dengan pembaca. Cukup banyak respons juga setelah mereka membaca. Dari hal ini, saya jadi semakin yakin kalau ada banyak sekali orang yang memendam perasaannya. Novel ini dan kemudian dalam bentuk film, semoga mewakili mereka,” kata Boy.

Selain buku, nantinya pembeli akan mendapatkan sejumlah merchandise eksklusif yaitu post-card bertandatangan pemain, totebag dan kaos film Seperti Hujan. Dalam waktu dekat, Ifi Sinema dan Screenplay Films akan mengumumkan jadwal rilis tayang film Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi. Sambil menantikan filmnya tayang dibioskop, penggemar bisa membaca novelnya terlebih dahulu.

Dua karakter The Sparklings diperankan oleh Satine Zaneta dan Ashira Zamita

Screenplay Bumilangit resmi mengumumkan para pemeran lainnya untuk film “Virgo and The Sparklings”. Tahun lalu Adhisty Zara dipilih sebagai pemeran utama Riani/Virgo.
Tiga aktor muda yang sedang bersinar yaitu Bryan Domani dipilih sebagai Leo, Mawar De Jongh dipilih sebagai Carmine, dan Rebecca Klopper yang memerankan Sasmi. Film ini disutradarai oleh Ody C. Harahap.

“Virgo and The Sparklings” bercerita tentang Riani, anak remaja yang terpaksa mengeluarkan kekuatan tersembunyinya ketika beberapa kasus misterius terjadi dan mengubah kota menjadi kacau. Dengan bantuan sahabat-sahabat bandnya, Virgo and The Sparklings, Riani berusaha menghentikan aksi penyebar kekacauan tersebut.

Virgo Talent Search yang telah diikuti lebih dari ratusan peserta adalah prakarsa Screenplay Bumilangit untuk mencari talenta-talenta berbakat yang dapat ikut berperan dalam film “Virgo and The Sparklings”. Di antaranya dua pendatang baru Satine Zaneta dan Ashira Zamita berhasil diseleksi dari ajang pencarian tersebut sebagai sahabat-sahabat Riani yang tergabung dalam satu grup band. Satine akan memerankan Ussy (memainkan keyboard), sedangkan Ashira berperan sebagai Monica (drummer).

Bukan cuma mereka, telah terpilih juga dari Virgo Talent Search, para pemeran The Scorpion Sisters yang merupakan rival band dari Virgo and The Sparklings. Mereka adalah Rachel Florencia, Mentari Novel, dan Indah Kusuma.

Karakter Virgo pertama kali diciptakan oleh alm. Jan Mintaraga dan melakukan debutnya di komik pada tahun 1973. Sejak saat itu, Virgo menjadi salah satu karakter paling dikenal di Jagat Bumilangit. Ia kerap tampil sebagai bintang tamu di berbagai komik lainnya dan memegang peran di komik “Patriot: Prahara” di mana 30 jagoan Jagat Bumilangit bertemu.

Di tahun 2017, Bumilangit Comic dan LINE Webtoon bekerja sama dalam menerbitkan komik digital official berjudul Virgo and The Sparklings yang ditulis oleh Annisa Nisfihani dan diilustrasikan oleh Ellie Goh. Komik dengan gaya manga ini mengadaptasi Virgo ke versi modern, dengan cerita Virgo menjadi anak muda yang membentuk sebuah band bersama sahabat-sahabatnya. Saat ini, bukan saja “Virgo and the Sparklings” merupakan komik Indonesia favorit di LINE Webtoon dengan 1.6 juta pelanggan serta 8.9 juta likes, komik “Virgo and The Sparklings” sudah popular di mancanegara dengan dialihbahasakan ke 21 bahasa oleh para fans internasional.

Film “Virgo and The Sparklings” diproduseri oleh Joko Anwar, Bismarka Kurniawan, dan Wicky V. Olindo. Film ini disutradarai oleh Ody C. Harahap dan ditulis oleh Johanna Wattimena dan Rafki Hidayat.
Selain mengumumkan para pemeran, film “Virgo and the Sparklings” juga mengajak para fans untuk berdonasi melawan pandemi COVID-19 di Indonesia, yang akan disalurkan ke UNICEF Indonesia. Setiap donasi akan mendapatkan masker limited edition “Virgo and The Sparklings”.

Untuk informasi lebih lengkap silakan follow instagram @virgoandthesparklingsmovie.

Tentang Bumilangit
Berdiri tahun 2003, Bumilangit merupakan tonggak awal dimulainya sebuah ikhtiar untuk membangkitkan kembali budaya penceritaan komik bertema kepahlawanan di Indonesia. Bumilangit adalah sebuah keluarga bagi banyak seniman pencipta dari generasi awal hingga kini, juga bagi para penggemar setia yang selalu menghargai karya-karya komik nasional.

Kini Bumilangit menjadi sebuah perusahaan hiburan berbasis karakter terdepan di Indonesia yang mengelola pustaka karakter terbanyak, lebih dari 1,100 karakter-karakter komik yang telah diterbitkan selama enam puluh tahun terakhir.
Kekuatan dari karakter-karakter ini tidak hanya berdasarkan popularitas semata, tetapi melainkan pada kekayaan cerita komik dari setiap karakter.

Tentang Screenplay Films
Screenplay Films adalah perusahaan produksi inovatif yang telah memproduksi film Indonesia dari berbagai genre. Screenplay Films selalu memproduksi film-film Indonesia yang berkualitas dan bertujuan untuk mengangkat konten lokal dan menjadikannya materi yang dapat dipasarkan secara internasional.
Dikenal melalui genre romansa remaja, aksi, dan horor. Screenplay Films yang sudah merilis film-film seperti ‘Sebelum Iblis Menjemput’, ‘The Night Comes For Us’ dan tahun ini ‘Orang Kaya Baru’ dan ‘Hit & Run’. Ke depannya Screenplay Films masih terus memproduksi film-film Indonesia dari beragam genre.

Jakarta, Maret 2020 – Visinema Pictures mengumumkan penayangan film “Generasi 90-an Melankolia” yang rencananya dirilis pada 9 April 2020 akan diundur hingga waktu yang belum ditentukan. Angga Sasongko selaku produser dan CEO dari Visinema Pictures menjelaskan alasannya terkait keputusan yang diambil oleh perusahaanya tersebut.

“Cukup berat untuk kami memutuskan bahwa penayangan film ini harus mundur. Tetapi setelah berdiskusi dengan berbagai pihak termasuk eksibitor, kami sepakat untuk menunda penayangan film ini hingga suasana kembali stabil dan kondusif ,” jelas Angga.
Visinema juga mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh para eksibitor untuk membuat calon penonton merasa aman dan tetap nyaman selama menonton film di bioskop. Visinema berharap para calon penonton dapat bersabar untuk menantikan kisah film yang diperankan oleh Ari Irham, Taskya Namya, dan Aghniny Haque ini.

“Generasi 90-an: Melankolia” diadaptasi dari buku “Generasi 90an” karya Marchella FP, sosok di balik buku “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” yang juga diadaptasi Visinema Pictures pada awal tahun 2020. Kisah dalam film terinspirasi dari tiga lagu tenar era 90-an dan awal 2000-an, yakni “Sephia” dari Sheila on 7, “Begitu Indah” dari Padi dan “Cintakan Membawamu Kembali” dari Dewa 19.

Film yang disutradarai Irfan Ramly bercerita tentang, Abby (Ari Irham), anak muda yang sedang mencari jadi diri dan selalu menjadikan kakaknya, Indah (Aghniny Haque) sebagai sosok yang ia kagumi. Tiba – tiba, Abby harus menerima kenyataan bahwa kakaknya hilang dalam sebuah kecelakaan pesawat.
Di dalam kesedihannya, ia menemukan Sephia (Taskya Namya), sahabat kakaknya sebagai sosok pengganti Indah. Namun benarkah kehadiran Sephia bisa membantu Abby mengikhlaskan kakaknya atau justru membuat Abby kehilangan dirinya.

Selain diperankan oleh banyak aktor muda lain yaitu Jennifer Coppen, Wafda. Film ini juga para aktor hits pada era 90-an seperti Gunawan, Marcella Zalianty. Frans Mohede, dan Amara Mohede.

*****

SEKILAS TENTANG VISINEMA

Visinema Pictures didirikan oleh Angga Dwimas Sasongko pada tahun 2008. Hingga kini, Visinema Pictures telah memproduksi 12 film layar lebar, yakni: Cahaya Dari Timur Beta Maluku, Filosofi Kopi, Surat Dari Praha, Bukaan 8, Filosofi Kopi 2: Ben & Jody, Love for Sale, Keluarga Cemara, Terlalu Tampan, Mantan Manten, Bridezilla, Eggnoid dan Love For Sale 2. Untuk film

Keluarga Cemara sendiri, merupakan film keluarga Indonesia pertama yang meraih 1.7 juta penonton di awal tahun 2019. Lalu film terbarunya Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini menjadi film pembuka awal tahun yang berhasil meraih 2.2 juta penonton.

Film-film produksi Visinema Pictures mempunyai visi progresif untuk menambah perspektif dalam melihat berbagai sisi kehidupan masyarakat di Indonesia. Selain itu, kualitas film yang dihadirkan Visinema berlandaskan pada keintiman pengalaman menonton setiap orang dan menjadikan sinema sebagai representasi seni dan kekayaan intelektual Indonesia.

Rapi Films, selaku rumah produksi yang memproduksi Film Bucin mengumumkan bahwa penayanagan filmnya resmi akan ditunda. Keputusan ini diambil berdasarkan keputusan pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menetapkan bahwa beberapa tempat hiburan termasuk bioskop ditutup selama dua pekan mulai 23 Maret hingga 5 April 2020. Film yang semula dijadwalkan akan tayang pada 26 Maret 2020, harus ditunda hingga kondisi kembali kondusif.

“Demi kesehatan kita bersama dan juga mematuhi anjuran pemerintah sesuai Surat Edaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, maka langkah ini harus kami ambil”, ujar Sunil Samtani selaku eksekutif produser filmnya, Film Bucin merupakan karya perdana untuk Chandra Liow selaku sutradara dan Jovial da Lopez sebagai penulis skenario dan eksekutif produser. Chandra menyampaikan responnya setelah bersama sama dengan produser dan pihak distributor mengambil keputusan ini.

“Film pertama. Berat sekali mengambil keputusan untuk menunda filmnya tayang di bioskop. Tapi ini harus kita lakukan untuk Indonesia. Semoga teman– teman bisa bersabar dan tetap mendukung Film Indonesia”, ungkap Chandra.
Keputusan menunda tanggal rilis film ini diapresiasi oleh banyak penonton. Dalam akun Instagram @filmbucin, masyarakat memberikan apresiasi dan masih akan setia menunggu filmnya.
“Terima kasih sudah mengerti dan mendukung gerakan social distancing ini”, tulis akun @kevinwidgo “Kinda sedih menunggu kalian berkarya, but be patient is key”, tambah @sherskuyy
Seluruh pemain film Bucin turut mendukung langkah yang diambil oleh Rapi Films. Para pemain berharap dapat segera bertemu dengan calon penonton dan mendoakan semoga kita bisa bersama – sama melewati masa sulit ini.

Sinopsis
Bucin bercerita tentang empat sekawan (Andovi da Lopez, Chandra Liow, Tommy Limmm, dan Jovial da Lopez) yang selalu dianggap BUCIN, kemudian mereka memutuskan untuk mengikuti kelas ANTI BUCIN agar mereka bisa menjalankan hubungan yang lebih dewasa bersama pasangan masing – masing. Tanpa mereka ketahui metode pengajaran cinta di kelas ini, yang diajar oleh Vania (Susan Sameh), malah mengancam hubungan mereka dengan pasangannya.

Salah satu kekuatan dalam sebuah film horor adalah special make up yang memberi kesan menyeramkan. Dalam film Sebelum Iblis Menjemput Ayat (SIM) 2, elemen tersebut dilakukan sangat detail, sehingga ketika dipadukan dengan sound effect dan pengadeganan, maka penonton bakal dibuat merinding.

This slideshow requires JavaScript.

Di film SIM Ayat 2, sutradara Timo Tjahjanto mempercayakan urusan spesial make up kepada Novie Ariyanti, make up artis & special effect handal yang telah berpengalaman menangani berbagai project film. Di tangan Novie, sejumlah pemain seperti Widika Sidmore, Shareefa Daanish dan Lutesha di make-up dan berubah wujud menjadi sosok anak iblis yang begitu menakutkan.

Proses make-up memakan waktu 4-6 jam, ini karena pengerjaannya dilakukan sangat detail dari kaki, tangan, wajah, hingga rambut. Pemain pun harus menggunakan kontak lens khusus, memperkuat karakter mereka yang 'hidup kembali' usai tewas dijemput Ayub — tokoh jahat dalam film SIM Ayat 2.
Widika Sidmore yang berperan sebagai Gadis, menceritakan pengalaman transformasinya di film SIM Ayat 2.

“Saya di make-up hantu Gadis oleh 6 orang, mulai dari jam 3 sore selesai sampai jam 7 malam., ada banyak detail karena ada tambahan prostetik dan ditempel di bagian rambut saya. Untuk hapusin make-up nya sendiri juga butuh waktu sampai sejam. Saya mulai terbiasa karena ini pengalaman yang seru,” kata Widika.

 

Pengalaman serupa juga dialami oleh Lutesha yang berperan sebagai Kristi, dan Shareefa Daanish yang menjdi Jenar. "Ini pertama kalinya aku main horor dan langsung jadi hantu, prosesnya sangat seru dan tak terlupakan," kata Lutesha, yang aktingnya di SIM Ayat 2 ramai dibicarakan .

Berikut video transformasi makeup dalam film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2
 https://www.youtube.com/watch?v=W00HHGR1KkM
 https://www.youtube.com/watch?v=o6mj242r_Cs

Hingga saat ini, film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 masih tayang di bioskop dan sudah meraih lebih dari 800 ribu penonton.

Jakarta,warnaplus.com – Visinema Pictures bekerja sama dengan Sony Music merilis video klip “Sephia” dari original Motion Pictures film “Generasi 90-an Melankolia”. Lagu yang dipopulerkan oleh band legendaris Sheila on 7 ini diracik ulang oleh Gamaliel Tapiheru dan Jevin Julian.

Warna vokal Gamaliel dalam lagu “Gelap Malam”, yang berbeda dari biasanya berhasil menarik hati produser “Generasi 90-an Melankolia” Angga Dwimas Sasongko.

“Suara Gamaliel di lagu tersebut berbeda, menurut saya Gamaliel bisa mewakili emosi dari film’Generasi 90-an: Melankolia’,” ujar Angga.

Sementara Jevin Julian ditunjuk menjadi produser musik dalam aransemen ulang “Sephia”. Jevin dianggap sesuai karena sudah punya beberapa lagu yang tergolong dark, sesuai dengan karakter yang dibutuhkan film ini.

Gamaliel mengatakan dia tak berpikir panjang ketika ditawari kesempatan untuk mengisi lagu soundtrack film arahan sutradara Irfan Ramli itu, terlebih dia memang menyukai lagu “Sephia”
yang dirilis pada tahun 2000.

Ditantang untuk membawakan lagi lagu yang tak lekang dimakan waktu, penyanyi yang baru merilis single “Forever More” pada awal 2020 ini tak mau menjadikannya sebagai beban. Ia ingin
mengalirkan energi bahagia bagi para pendengar, rasa yang sama ketika menyanyikan lagu “Sephia”. Gamaliel memilih untuk mempertahankan kesakralan “Sephia” dengan tidak “mengacakacaknya” terlalu berbeda dari versi asli.

“Aku ingin tetap ada pesan yang sama di dalam lagu tersebut,” ujar penyanyi yang sedang merintis jalur solo setelah berkarier bersama trio GAC.

Gamaliel tampil dalam video klip mewakili isi hati dan emosi karakter Abby (Ari Irham) si pemeran utama dalam film. “Aku berusaha menyesuaikan lagu di adegan film dan berusaha menyampaikan rasa yang ada di film tersebut.”

Sesuai judulnya, warna dominan dalam video klip adalah warna sephia yang condong ke merahkecokelatan. Video klip itu juga menampilkan potongan-potongan film “Generasi 90-an: Melankolia”.

Video klip “Sephia” digarap oleh sutradara Adriano Rudiman, jebolan London Film School dan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung. Konsep nostalgia menjadi tema
utama dalam video klip “Sephia”.

“Temanya dreamy dan seluruh properti yang ada diambil dari filmnya,” ujar pria yang akrab disapa Dio.

Dio mengatakan properti dari film sengaja dimasukkan ke dalam video klip untuk menjadi pengingat serta benang merah yang menghubungkan keduanya.

“Saya berharap penonton dan penikmat musik bisa suka dengan video klip ‘Sephia’ yang dibuat dengan gaya surealis ini,” tutur Dio.

Bersamaan dengan peluncuran video klipnya, lagu “Sephia” yang dibawakan Gamaliel dapatdidengarkan secara digital di platform musik mulai 17 Maret 2020.

“Generasi 90-an: Melankolia” diadaptasi dari buku “Generasi 90an” karya Marchella FP, sosok di balik buku “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini” yang juga diadaptasi Visinema Pictures pada awal 2020.

“Generasi 90-an: Melankolia” bercerita tentang, Abby (Ari Irham), anak muda yang sedang mencari jadi diri dan selalu menjadikan kakaknya, Indah (Aghniny Haque) sebagai sosok yang ia kagumi. Tiba – tiba, Abby harus menerima kenyataan bahwa kakaknya hilang dalam sebuah kecelakaan pesawat. Di dalam kesedihannya, ia menemukan Sephia (Taskya Namya), sahabat kakaknya sebagai sosok pengganti Indah. Namun benarkah kehadiran Sephia bisa membantu Abby mengikhlaskan kakaknya atau justru membuat Abby kehilangan dirinya.

Film ini diperankan oleh banyak aktor muda diantaranya Ari Irham, Taskya Namya, Aghniny Haque, Jennifer Coppen, Wafda. Tak hanya menghadirkan aktor muda berbakat, film ini juga dilengkapi dengan penampilan dari para aktor hits pada era 90-an seperti Gunawan, Marcella Zalianty. Frans Mohede, dan Amara Mohede.

“Generasi 90-an: Melankolia” akan tayang pada 9 April 2020 di bioskop seluruh Indonesia.(Icho/Rezky)

Jakarta, Maret 2020 — Rumah produksi Ifi Sinema bekerjasama dengan Screenplay Films dalam waktu dekat akan merilis film terbaru berjudul Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi yang dibintangi Jefri Nichol dan Aurora Ribero. Film ini menjadi momentum kembalinya Jefri, sebagai Indonesian Sweetheart di film bergenre drama romantis. Ini adalah pertama kalinya Jefri dan Aurora beradu akting dalam satu layar lebar.

Film Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi merupakan adaptasi dari novel best seller karya Boy Candra, yang sudah 15 kali dicetak ulang sejak pertama terbit pada 2016. Novelnya disukai banyak pembaca karena cerita cintanya ringan dan ditulis dengan bahasa yang sukses bikin baper.

This slideshow requires JavaScript.

“Seperti Hujan yang Jatuh Ke bumi, salah satu novel saya yang paling baik sambutannya dengan pembaca. Cukup banyak respons juga setelah mereka membaca. Dari hal ini, saya jadi semakin yakin kalau ada banyak sekali orang yang memendam perasaannya. Novel ini dan kemudian dalam bentuk film, semoga mewakili mereka,” kata Boy.

Mengangkat cerita klise tentang cinta segitiga, Boy Candra menuliskan kisah yang memang apa adanya namun dengan bahasa yang mengena di hati, inspirasinya menulis berasal dari pengalaman pribadi dan pengamatan sekitarnya.

“Bahwa ternyata, ada orang yang jatuh hati namun tak berani menyatakan, ia membiarkan dirinya menanggung semua perasaan itu sendiri. Ia seperti hujan yang jatuh ke bumi, hujan tahu akan hancur saat menyentuh bumi tapi ia tetap membiarkan dirinya jatuh,” lanjutnya.

Sang sutradara, Lasja F. Susatyo pun dengan baik menerjemahkan isi dalam novel tersebut ke dalam bentuk audio visual, skenario film ditulis oleh Upi dan Piu Syarief. Sama seperti novelnya, film Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi mengangkat tema cinta, tema universal yang relatable dengan kehidupan lika-liku perasaan cinta

“Cerita tentang cinta menjadi kisah yang sangat populer. Film romantis ini memberi kita perspektif berbeda tentang bagaimana cara kita menyatakan cinta. Mengetahui siapa cinta sejati kita dan mempertahankan ikatan kasih itu sesuatu yang sangat berarti. Melalui karakter Kevin, film ini memberi arti bahwa cinta adalah tanpa pamrih, cinta tak egois,” ungkap Lasja.

Film ini mengisahkan tentang cinta segitiga antara Kevin (Jefri Nichol), Nara (Aurora Ribero) dan Juned (Axel Matthew). Kevin dan Nara adalah sahabat sejak kecil, meski saling menyayangi, mereka berjanji untuk selalu menjadi Best Friend Forever. Kevin yang ternyata menyimpan rasa lebih dari seorang sahabat tidak pernah berani menyatakan perasaannya kepada Nara.

Malah Kevin lebih sering menemani Nara melalui masa-masa sulit saat percintaannya gagal. Ketika Nara jatuh cinta kepada Juned, cowok panjat tebing yang misterius, Kevin merasa tidak ada lagi harapan baginya untuk bisa bersama Nara selamanya. Manusia hanya bisa berencana, namun Tuhan yang menentukan, apakah Kevin dan Nara bisa disatukan? Atau keduanya memilih jalan masing-masing?
Film Seperti Hujan Yang Jatuh Ke Bumi turut dibintangi artis dan aktor muda lainnya yakni Nadya Arina, Rebecca Klopper, Karina Suwandi, Haris Soedarto, dan Jauhar Roberts. Rencananya film ini akan tayang segera di bioskop.

Jakarta, 7 Maret 2020 — Selain seram dan menegangkan, film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 turut menghadirkan parade cast yang punya skill akting mumpuni. Sejak dirilis di bioskop 27 Februari, ada dua nama bintang yang cukup mencuri perhatian penonton, yakni Lutesha dan Widika Sidmore. Keduanya menjadi scene stealer, scene-scene mereka dianggap memorable.

Lutesha dan Widika tampil all out di debut film horor mereka, tak heran keduanya langsung mendapatkan pujian dari para penonton. Ini karena sutradara Timo Tjahjanto mempercayakan peran
tak biasa kepada mereka, Lutesha berperan sebagai Kristi, karakter yang memiliki sikap skeptis akan hal-hal mistis dan selalu memakai logika rasional untuk memecahkan masalah, namun ironisnya Kristi-lah yang kemudian malah ‘berubah wujud’ dan berbalik menjadi peneror di film ini. Adegan kesurupan Kristi dan transformasi dia menjadi sesuatu yang jahat kemudian dinilai jadi salah satu scene terbaik. Semua dijalanlan Lutesha secara maksimal.

“Sungguh menantang karena ini film horor pertama dan aku langsung jadi anak iblis, berubah jadi jahat.” kata Lutesha. “Adegan dimana aku terkapar di ruang dapur sambil memegang pisau dan mulai kesurupan, saat shooting itu aku lakukan secara spontanitas. Sutradara mas Timo saat itu tidak memberi instruksi khusus, tapi ia percaya dan menyerahkannya ke aku,” lanjutnya.

This slideshow requires JavaScript.

Sementara Widika dipercaya memerankan Gadis, yang dikisahkan kerap mendapatkan teror misterius. Akibat teror tersebut, Gadis hidup rapuh, ia menyimpan kegelisahannya sendiri sebab tidak ada yang percaya kepadanya. Berawal dari Gadis-lah, kejadian mistis diusut bersama Alfie (Chelsea Islan) dan teman lainnya. Namun siapa sangka, Gadis ternyata punya peran penting hingga akhir film, yang kemudian membangun klimaks ke akhir film. Banyak penonton menilai akting Widika sungguh bagus dan believable sejak awal hingga akhir film. Sebagai aktris pendatang baru, Widika mengaku senang atas review positif penonton.
“Awalnya aku terkejut tapi senang juga karena gak pernah membayangkan bisa dapat penilaian baik dari penonton. Saat shooting, aku hanya fokus sama peran Gadis, bagaimana caranya aku bisa mengeksekusikan visi Timo dengan baik tentang sosok Gadis membangun pesan, emosi dan perasaan Gadis. Malah saat aku nonton filmnya, ada beberapa scene dimana aku seharusnya bisa tampil lebih baik lagi,” ungkap Widika.

Melihat totalitas Lutesha dan Widika, sang sutradara Timo Tjahjanto pun memberi pujian khusus terlebih keduanya baru terjun ke film horor. “Saya kagum dengan Lutesha dan Widika, mereka gak jaim untuk nunjukkin performance gila mereka. Main horor tidaklah mudah, karena harus menggali psikologis mereka. Lutesha dan Widika maksimal banget!,” puji Timo.
Saat ini film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 masih tayang di bioskop. Di akhir pekan pertama, tercatat film ini sudah meraih lebih dari 540 ribu penonton.

(Jakarta, Februari 2020) Di bulan romantis Februari, MNC Pictures merilis film ‘Toko Barang Mantan’. Film komedi romantis ini mengambil latar yang unik: kisah seorang pemilik toko yang menjual barang-barang dari mantan dan ceritanya. Viva Westi yang sebelumnya sukses dengan Koki-Koki Cilik 2 menyutradarai film yang akan tayang 20 Februari 2020 ini. Sedangkan skenario ditulis oleh Titien Wattimena yang telah memenangkan dua Piala Citra.

This slideshow requires JavaScript.

Film ‘Toko Barang Mantan’ bercerita tentang sebuah toko jual-beli barang mantan bagi orang- orang yang ingin move on dari mantannya. Sebagai pencetus ide, pendiri dan pemiliknya, Tristan (Reza Rahadian) rela meninggalkan kuliahnya demi mengembangkan toko ini bersama sahabatnya, Amel (Dea Panendra) dan Rio (Iedil Putra). Berbagai macam kisah sedih, lucu dan absurd tentang barang-barang tersebut menjadi makanan mereka sehari-hari. Tristan bangga dengan toko ini meskipun akhir-akhir ini sepi dan bermasalah secara finansial. Tiba-tiba, kehadiran Laras (Marsha Timothy), mantan Tristan saat kuliah dulu, membuat dunianya jungkir balik. Kembalinya Laras, membuat Tristan pun bertekad merebut kembali hati Laras dengan bantuan Amel dan Rio. Salah satu caranya adalah menyukseskan Toko Barang Mantan ini dengan segala cara.

Untuk pertama kalinya dalam film, aktor dan aktris terbaik Indonesia Reza Rahadian dan Marsha
Timothy beradu akting untuk layar lebar. Marsha mengatakan, “Untuk kerja sama, kami membentuk karakter baru, menjalin chemistry baru, bagaimana mendalami karakter masing- masing, kita diskusi. Sebelumnya beberapa kali satu panggung di teater, kali ini medianya saja yang beda yaitu film.”

Keunikan lainnya dari film ini adalah karakter Tristan yang dimainkan oleh Reza berambut gondrong dan bergaya urakan. Sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya. Karakter Tristan yang merasa bangku kuliah bukan masa depannya lagi dan kemudian berbisnis kecil-kecilan dengan membuka sebuah toko yang khusus menjual barang-barang dari mantan membuat peran ini terlihat berbeda bagi Reza. Seperti apakah perjalanan yang dialaminya? Saksikan ‘Toko Barang Mantan’.

Bagi Viva Westi, film ‘Toko Barang Mantan’ dirasa cukup dekat dengan banyak orang. “Saya sangat yakin dari tema mantan ada sesuatu yang menarik untuk difilmkan. Bahkan dari ide cerita juga belum ada yang pernah menyamai,” ujarnya. “Film ini bukan hanya bercerita tentang barang mantan, tapi tentang cinta.”

Film ‘Toko Barang Mantan’ dibintangi oleh Reza Rahadian, Marsha Timothy, Dea Panendra,Iedil Putra,  Roy Marten, Widi Mulia. Uniknya film ini diisi banyak sekali pemeran pendukung juga cameo. Mulai dari Brigitta Cynthia (personil Cherrybelle) dan Chrismanto Ronaldo yang menjadi pasangan kocak. Hingga kehadiran Syifa Hadju, Niken Anjani, Ibob Tarigan dan Martin Anugrah (Cameo Project), Laura Theux, Fendy Chow dan Stella Cornelia, Shareefa Daanish, Mpok Atiek, Ligwina Hananto hingga Gading Marten.

Jakarta, 2 Maret 2020 — Nama Timo Tjahjanto tentu bukanlah sosok asing di industri perfilman Indonesia. Ia adalah sineas berbakat, sutradara yang telah melahirkan banyak karya lewat sederet film hasil arahannya. Film Sebelum Iblis Menjemput menjadi salah satu masterpiece Timo, film horornya yang sukses panen pujian pada 2018 lalu. Dan teranyar, ia sudah mempersembahkan sekuelnya, Sebelum Iblis Menjemput (SIM) Ayat 2 di layar lebar.

Timo secara khusus menyampaikan apresiasi atas totalitas yang diberikan para pemain di film SIM Ayat 2 selama kurang lebih 34 hari shooting di lokasi. Ia menilai semua pemain sudah mengerahkan kemampuan mereka sampai titik maksimal, dan berharap sekuelnya ini mendapat sambutan hangat salah satunya karena akting ciamik pemain.

“Saya ingin mengapresiasi Chelsea Islan. Dulu di film pertama, saya ingat betul dia masih sangat hijau dengan dunia-dunia horor, karena itu adalah debut film horor dia. Tapi sekarang Chelsea makin berani untuk memberikan lebih karena dia tahu cerita di film keduanya bakal lebih menakutkan,” kata Timo. “Chelsea sangat bersemangat setiap harinya di lokasi shooting, itu membuat saya kian termotivasi,” lanjutnya.

This slideshow requires JavaScript.

Bekerjasama dengan banyaknya pemain tentu mempunyai kendala tersendiri, salah satunya schedule shooting yang bersinggungan dengan jadwal lain sang pemain. Hal itu sempat dialami Timo saat proses shooting. Kendati demikian, kendala tersebut dapat teratasi karena pemain profesional dan totalitas saat sudah tampil di depan kamera. Untuk itu, Timo juga memberikan apresiasi kepada Baskara Mahendra, yang berperan sebagai Budi di SIM Ayat 2.

“Saat itu schedule shooting Baskara sangat berdekatan dengan jadwal penting dia lainnya. Tapi setelah kelar, dia langsung ke lokasi shooting di puncak dan langsung menjalani scene berat. Baskara bersama sejumlah pemain harus tampil teriak-teriak dan mereka sangat maksimal menjalaninya. Saya senang Baskara bisa menjalani titik berat selama melakukan film ini,” cerita Timo.

Tak cuma kepada Chelsea dan Baskara, Timo juga mengapresiasi seluruh pemain antara lain Shareefa Daanish, Lutesha, Widika Sidmore, Karina Salim, Arya Vasco. “Buat yang lain saya juga ingin berterima kasih, Shareefa Daanish walau sudah bermain banyak film horror tapi dia selalu tampil memberikan lebih termasuk untuk SIM Ayat 2. Untuk pemain lainnya yang baru bermain film horor, mereka sudah tampil maksimal di debut mereka,” sambung Timo.

Sutradara yang pernah dipuji oleh creator film Deadpool, Robert Liefield, ini berharap hasil kerja keras pemain bisa terlihat saat film SIM Ayat 2 dirilis di bioskop nanti. Terlebih film ini memiliki jalan cerita yang kuat dan sinematografi yang terbaik.
“Saya berharap SIM Ayat 2 bisa memberikan suguhan-suguhan dengan cara baru mulai dari pengkarakteran yang baik dan technical work yang inventif sehingga bisa memberikan watching
experience kepada penonton,” tutupnya.

Jakarta, 26 Februari 2020 — Sejumlah artis tanah air memberikan apresiasi dan komentar positif usai menyaksikan film horor Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2. Pevita Pearce, Sherina Munaf, Luna Maya, Rizky Nazar dan artis lainnya ramai-ramai menyampaikan komentar mereka dan memuji film karya sutradara Timo Tjahjanto tersebut. Mereka turut memberikan selamat dan support kepada para pemain SIM Ayat 2, Chelsea Islan, Baskara Mahendra, Widika Sidmore, Shareefa Daanish, Lutesha, Karina Salim, Arya Vasco, Hadijah Shahab, dan Aurelie Moeremans.

Aktris cantik Pevita Pearce menyebut film keduanya kali ini lebih seram dan menegangkan. “Yang pasti jika kamu penggemar horor, kamu bakalan senang nonton ayat kedua ini,” kata Pevita.

This slideshow requires JavaScript.

“Nonton SIM Ayat 2 jangan kedip ya, nanti ada aku tuh satu detik,” canda Pev.

 

 

Sebelumnya Pevita memang terlibat dalam film Sebelum Iblis Menjemput pertama yang tayang 2018. Ia beradu akting dengan Chelsea Islan, memerankan tokoh Maya. Di akhir cerita film pertama, Maya tewas terbakar.
Senada dengan Pevita, perasaan yang sama juga diungkapkan oleh Luna Maya. Ia memberikan kredit atas akting para pemainnya, “Nonton SIM Ayat 2 benar-benar gak dikasih nafas sama Timo Tjahjanto. Filmnya super seram. Selamat buat Timo, Chelsea Islan dan para pemain. Aktingnya bagus banget,” tambah Luna.

Di sekuelnya, sutradara Timo Tjahjanto tak ingin tanggung-tanggung menyajikan keseraman yang intens, bahkan Timo membangun perasaan takut penonton lewat teror iblis dengan pace cepat sejak awal film.
Satu persatu jiwa melayang, korban berjatuhan. Teror iblis makin mengerikan dan tak akan berhenti sampai mencabut nyawa mereka. Momen kejar-kejaran dan aksi menyelamatkan diri — menghindari jemputan iblis di film ini bakal membuat penonton tercengang.
“Aku dari tadi teriak-teriak. Aku pikir cuma aku sendiri yang teriak ternyata satu studio bioskop ikut teriak. Sumpah seram banget film SIM Ayat 2," kata Shenina Cinnamon. Aktor Rizky Nazar juga menyatakan hal serupa, “Gila seram habis film SIM Ayat 2”.

Sementara aktris Sherina Munaf mengaku penasaran setelah menyaksikan film SIM Ayat 2, “Sepertinya bakal ada lanjutannya lagi ya? Karena SIM Ayat 2 seru banget, keren banget. Universenya lebih besar, saya penasaran,” ungkap Sherina.
Menonton film SIM Ayat 2 mengharuskan penonton untuk tidak melewatkan satu adegan pun, sebab scene per scene dijahit Timo dengan rapi untuk masuk ke babak kengerian selanjutnya. So, pastikan Anda menonton film Sebelum Iblis Menjemput yang akan tayang serentak pada 27 Februari 2020 di bioskop. Dan Anda rasakan kengeriannya!

Setelah merilis Teaser Trailer pada minggu lalu (18/2), Rapi Films kini  meluncurkan Offical Poster dan Trailer film Bucin. Film yang diproduseri oleh Gope T Samtani dan  Executive Produser Sunil Samtani dan Jovial da Lopez ini akan tayang serentak pada 26 maret 2020 di  bioskop seluruh Indonesia. Bertempat di CGV FX Sudirman, kegiatan launching dan konferensi pers ini  dihadiri oleh sutradara sekaligua pemain Chandra Liow, dan beberapa pemain film lain diantaranya  Andovi da Lopez, Tommy Limmm, Susan Sameh, Karina Salim, Widika Sidmore, dan Kezia Aletheia.

Andovi yang menjadi salah satu dari pemeran utama mengungkapkan terkait keterlibatan dan alasan dirinya bergabung dalam film ini.
“Gue excited banget dengan proyek ini, apalagi bisa bekerjasama dengan teman dan kakak sendiri. Bucin ini personal sekali, karena idenya sudah ada dari 5 tahun lalu ketika membuat konten tentang bucin di channel youtube gue bareng Kajo (SkinnyIndonesian24). Jadi ketika sampai waktunya film ini tayang, gak sabar nunggu reaksi penontonnya”, ungkap Andovi di sela konferensi pers.

This slideshow requires JavaScript.

Bucin bercerita tentang empat sekawan (Andovi da Lopez, Chandra Liow, Tommy Limmm, dan Jovial da Lopez) yang selalu dianggap BUCIN, kemudian mereka memutuskan untuk mengikuti kelas ANTI BUCIN agar mereka bisa menjalankan hubungan yang lebih dewasa bersama pasangan masing-masing. Tanpa mereka ketahui metode pengajaran cinta di kelas ini, yang diajar oleh Vania (Susan Sameh), malah mengancam hubungan mereka dengan pasangannya.
Bertindak sebagai penulis skenario Jovial da Lopez yang juga turut bermain di film ini, “Gue terinspirasi menulis skenario ini dari banyak mendengarkan curhatan temen di sekitar tentang kisah hubungan mereka dengan pasangannya. Ada yang berjalan dengan baik, seru, bahkan hingga ketergantungan. Nah kisah ini yang menurut gue sangat menarik untuk diangkat karena sangat dekat.

Semoga temen – temen yang nonton filmnya, bisa mengambil pelajaran dalam membina hubungan yang lebih sehat dengan pasangannya.” tutur Jovial
Bucin juga menjadi sesuatu yang sangat spesial bagi Chandra Liow, karena ini merupakan film pertamanya sebagai sutradara. Film ini rencananya akan mengadakan special screening dan roadshowdi beberapa kota diantaranya Makassar, Surabaya, Malang, Jogja, Cirebon, dan Bandung.


Tentang RAPI Films
Berdiri sejak 1968, Rapi Films adalah salah satu rumah produksi Indonesia yang telah menghasilkan lebih dari 180 film untuk pasar lokal dan internasional. Rapi Films didirikan oleh Gope T. Samtani dan saat ini dijalankan oleh generasi kedua, Sunil G. Samtani sebagai Executive Producer. Dari ratusan karya, genre horor bisa dibilang mendominasi filmography Rapi Films. Beberapa yang paling sukses diantaranya Danau Hitam (2014), Wewe (2015), Pengabdi Setan (2017), dan Sesat (2018). Selain film layar lebar, Rapi Films juga memproduksi karya untuk televisi berupa sinetron dan FTV. Ranah lain yang dikerjakan oleh Rapi Films adalah impor film dan film servicing. Kolaborasi Rapi Films dengan perusahaan film luar negeri juga telah dilakukan, salah satunya dengan CJ Entertainment asal Korea dalam produksi film Pengabdi Setan (2017). Berikutnya, Rapi Films juga ikut memproduksi film ‘Perempuan Tanah Jahanam’ & “Ratu Ilmu Hitam” (2019).

Hanya dalam hitungan hari, film horor film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 yang dibintangi Chelsea Islan akan dirilis di bioskop. Untuk menambah greget jelang rilis perdananya di bioskop, rumah produksi Frontier Pictures bekerjasama dengan Legacy Pictures, Rapi Films dan Brown Entertainment merilis trailer baru eksklusif di LINE TODAY, Selasa (25/2) http://bit.ly/trailerSIMayat2

Berbeda dengan trailer pertama yang sudah pada 18 Januari lalu, dalam trailer baru berdurasi 1 menit 33 detik ini menguak lebih dalam tentang latar belakang sejumlah karakter-karakter baru yang terlibat, sesuatu yang belum dijelaskan di trailer pertamanya.

This slideshow requires JavaScript.

Tentang masa lalu para karakter baru di film ini, awal mula dari rangkaian teror yang mengejar mereka. Selain Dewi (Aurelie Moremans) dan Gadis (Widika Sidmore) , para karakter tersebut adalah Jenar (Shareefa Daanish), Budi (Baskara Mahendra), Martha (Karina Salim), Kristi (Lutesha) dan Leo (Arya Vasco).

Mereka menceritakan kelamnya masa lalu mereka kepada Alfie (Chelsea Islan). Alfie dan Nara (Hadijah Shahab) adalah dua orang yang selamat dari jemputan iblis di film pertama. Dan kini keduanya bersama dengan para karakter baru ini harus berhadapan dengan sosok iblis yang lebih kuat, lebih mengerikan dan lebih mencekam. Bagi Alfie, kembalinya ia berhadapan dengan iblis bagaikan mimpi buruk yang tidak pernah berakhir, ia dua kali lebih emosional. “Yang lebih menakutkan justru mengetahui kegilaan ini benar-benar nyata”, kata Alfie menggambarkan betapa dahsyatnya teror yang ia alami kali ini.

Film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 akan dirilis pada 27 Februari 2020 di bioskop. Sebelum ditayangkan reguler, film dari sutradara Timo Tjahjanto ini sudah mendapatkan sambutan positif dari penikmat film horor lewat Gala Premiere dan acara Special Screening yang telah diadakan sebelumnya. Yang pasti jika kamu penggemar film horor dan sudah menonton film Sebelum Iblis Menjemput pertama pada 2018 lalu, maka kamu wajib menantikan sekuelnya. Dipastikan Film SIM Ayat 2 ini akan lebih seru, lebih seram dan mencekam.

Film Komedi Romantis Terbaru Tentang Mantan Yang Tak Bisa Terlupakan

(Jakarta, Februari 2020) Dua aktor terbaik Indonesia, Reza Rahadian dan Marsha Timothy bertemu untuk pertama kalinya di satu film yaitu “Toko Barang Mantan”. Film produksi
MNC Pictures ini bukan hanya berhasil mempertemukan mereka, tapi juga berkat arahan Viva Westi dan penulisan skenario oleh Titien Wattimena ini sukses membuat mereka
menampilkan yang terbaik. Dalam film, Reza berperan sebagai Tristan sedangkan Marsha berperan sebagai Laras sang mantan.

Sejak diputar pertama kali di Gala Premiere, banyak pujian diberikan untuk film ‘Toko Barang Mantan’. Blogger film Stephany Josephine menulis, “Kalian akan ikut gemes sekaligus "gemes" a.k.a geregetan liat Reza Rahadian dan Marsha Timothy.” Sedangkan Cenayang Film mengatakan, “Kemistri Reza dan Marsha oke dan believable. Dialog mesra-mesraan sampe berantemnya oke dan gak terdengar dibuat-buat.” Medcom turut memuji pasangan tersebut, “Keseimbangan tampak dari Reza dan Marsha yang memegang karakter kuat saat berduet dalam Toko Barang Mantan.”

This slideshow requires JavaScript.

Mulai tanggal 20 Februari 2020 kemarin film ‘Toko Barang Mantan’ sudah ditayangkan di kota-kota berikut: Kediri, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Pekanbaru, Banjarmasin, Medan, Balikpapan, Palembang, Lampung, Jambi, Padang, Batam, Bengkulu, Jakarta, Bogor, Tangerang, Karawang, Cilegon, Bekasi, Makassar, Manado, Gorontalo, Kisaran, Tanjungpinang, Rantau Prapat, Palangkaraya, Ambon, Jayapura, Singkawang, Kupang, Ternate, Palu, Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Cirebon, Jember, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Semarang, Cikarang, Bandung, Tasikmalaya, Sumedang, Gresik, Ambon, Bogor, Magelang, Purwakarta, Depok.

Film ‘Toko Barang Mantan’ bercerita tentang sebuah toko jual-beli barang mantan bagi orang-orang yang ingin move on dari mantannya. Sebagai pencetus ide, pendiri dan pemiliknya, Tristan (Reza Rahadian) rela meninggalkan kuliahnya demi mengembangkan toko ini bersama sahabatnya, Amel (Dea Panendra) dan Rio (Iedil Putra). Berbagai macam kisah sedih, lucu dan absurd tentang barang-barang tersebut menjadi makanan mereka sehari-hari. Tristan bangga dengan toko ini meskipun akhir-akhir ini sepi dan bermasalah secara finansial. Tiba-tiba, kehadiran Laras (Marsha Timothy), mantan Tristan saat kuliah dulu, membuat dunianya jungkir balik. Kembalinya Laras, membuat Tristan pun bertekad merebut kembali hati Laras dengan bantuan Amel dan Rio. Salah satu caranya adalah menyukseskan Toko Barang Mantan ini dengan segala cara.

Film ‘Toko Barang Mantan’ dibintangi oleh Reza Rahadian, Marsha Timothy, Dea Panendra, Iedil Putra, Roy Marten, Widi Mulia. Uniknya film ini diisi banyak sekali pemeran pendukung juga cameo. Mulai dari Brigitta Cynthia (personil Cherrybelle) dan Chrismanto Ronaldo yang menjadi pasangan kocak. Hingga kehadiran Syifa Hadju, Niken Anjani, Ibob Tarigan dan Martin Anugrah (Cameo Project), Laura Theux, Fendy Chow dan Stella Cornelia, Shareefa Daanish, Mpok Atiek, Ligwina Hananto hingga Gading Marten. Viva Westi yang sebelumnya sukses dengan Koki-Koki Cilik 2 menyutradarai film yang akan tayang 20 Februari 2020 ini. Sedangkan skenario ditulis oleh Titien Wattimena yang telah memenangkan dua Piala Citra.

Jakarta, 19 Februari 2020 – Sebelum Iblis Menjemput (SIM) Ayat 2 menjadi film dimana sang pemeran utama, Chelsea Islan harus mengeluarkan segala kemampuan aktingnya sampai titik maksimal. Bermain film horor menurut Chelsea, menguras energi dan menuntut emosi khusus karena cukup banyaknya adegan-adegan intens.

Salah satu scene yang paling memorable bagi Chelsea yakni saat Alfie – yang diperankan dirinya dan Martha (Karina Salim) terjebak dalam sebuah ruangan yang penuh kobaran api. Scene itu dapat kita lihat sekilas di ending official trailer yang sudah dirilis beberapa waktu lalu.
“Saat itu Aku dan Martha take scene dalam ruangan kecil yang penuh api, dan apinya itu adalah api beneran bukan CGI. Jadi saat itu memang seperti tidak sedang akting lagi, kami benar-benar ketakutan karena memang itu api asli yang panas banget,” cerita Chelsea.

Meskipun menggunakan api sungguhan di lokasi shooting, Chelsea mengaku tak khawatir karena ia dan Karina sudah melakukan latihan, dan kru sudah mempersiapkan segalanya dengan baik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sempat takut karena apapun bisa terjadi, tapi semuanya dipastikan aman,” kata Chelsea. “Sebelumnya saya dan Chelsea sudah latihan posisi untuk berpindah-pindah, supaya tidak kena api. Semua persiapan dilengkapi dengan peralatan yang safety,” tambah Karina.

Film SIM Ayat 2 disebut Chelsea bakal jauh lebih intens dan lebih menyeramkan dibanding film pertamanya yang dirilis 2018 lalu, ini karena sutradara Timo Tjahjanto selalu memberikan sentuhan baru baik di sisi teknis dan ceritanya.
“Masih banyak lagi adegan-adegan ekstrem yang aku jalankan. Bersama mas Timo selalu challenging tapi fun. Harus mengeluarkan enegeri karena ada adegan dibanting, dijedotin, di lumpur dan api. Rasanya kalau aku gak main SIM Ayat 2, aku gak akan pernah mengalami pengalaman seseru ini,” ungkap Chelsea.

Chelsea Islan akan beradu akting dengan sejumlah bintang muda lainnya di film ini. Mereka diantaranya Baskara Mahendra, Shareefa Danish, Karina Salim, Aurélie Moeremans, Arya Vasco, Lutesha, dan Widika Sidmore. Film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 akan tayang pada 27 Februari 2020.