Simposium 92 Tokoh Pemuda dalamMenyambut Hari Sumpah Pemuda

by

warnaplus.com – Indonesia tengah menghadapi tantangan dalam aspek pembangunan berkelanjutan, khususnya sejak pandemi Covid-19 menghantam seluruh sektor strategis dalam kehidupan berbangsa. Sehingga memberi dampak berkelanjutan secara lebih makro. Pentingnya untuk kita kembali berjalan bersama, meningkatkan peran dan produktifitas pemuda. Pemuda telah menjadi bagiPemuda berperan penting bagi Indonesia dan masa depan demokrasi. Merial Institute menggarisbawahi pentingnya mengetahui kompleksitas masalah dan tantangan yang ada di Indonesia, khususnya bagi pemuda sebab adalah harapan bangsa.

Pemuda berperan penting bagi pemerintah terutama dalam situasi pandemi Covid-19. Berbagai laporan yang diterbitkan Merial Institute telah menunjukkan betapa banyak organisasi pemuda, komunitas penggerak, kerelawanan, influencer dan LSM yang telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka persebaran Covid-19. Mereka membantu mengorganisir masyarakat, memfasilitasi perencanaan, membangun kesadaran, memberikan bantuan teknis hingga membuat inovasi bagi Indonesia dalam menjawab tantangan Covid-19.

Sumber daya manusia memegang peranan strategis dan sentral untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dalam jangka panjang. Namun kini Indonesia sudah mulai memasuki aging population, di saat pendapatan per kapita masih dalam level menengah (sangat berpotensi masuk ke dalam middle income trap), di mana 10 tahun ke depan menurut rilis BPS (2020) bahwa dependency ratio Indonesia akan meningkat pada tahun 2030. Artinya tantangan pembangunan berkelanjutan akan semakinberat.

Penduduk usia muda (15 -45 tahun) masih dominan dalam struktur demografi, namun perannya masih belum sefrekeunsi dan sejalan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Belum lagi berbicara pada aspek penduduk usia muda yang energinya belum terakomodir dengan baik. Dalam konteks strategi pembangunan, yang ditekankan bukan seberapa cepatnya tapi apakah bisa terus berkelanjutan atau tidak. Faktanya stakeholder termasuk kementerian dan lembaga negara cenderung memiliki agenda masing-masing sehingga sulit untuk mewujudkan integrasi program kepemudaan antara stakeholder.

Merial Institute bersama dengan stakeholder yang concern dengan isu pemuda berhasil mendorong disahkannya Perpres 66/2017 untuk merajut dan memperkuat sinergi antar kementerian/lembaga negara dalam mendorong peningkatan kualitas dan peran pemuda dalam jangka panjang. Namun kenyataannya adanya kesenjangan (gap) mindset, skills, dan akses kesempatan di antara generasi pemuda. Pemuda dihadapkan pandemi covid-19, resesi global, dan bencana generasi. Terjadi kesenjangan (gap) mindset, skills, dan akses kesempatan di antara generasi pemuda. Pemuda dihadapkan pandemi covid-19, resesi global, dan bencana generasi. Mempertemukan pemuda dengan berbagai latar belakang untuk membicarakan isu-isu yang berkaitan dengan pemuda melalui rangkaian talkshow series dan kegiatan simposium pemuda. Menyusun dan mempublikasi roadmap pemuda.

Kami berharap 10 tahun terakhir pemuda Indonesia benar-benar memanfaatkan momentum. Starting pointnya itu padaempattahunpertama:2021–2024.Diempattahunpertamaini,bersamastakeholder,kamimenginisiasiFestival Bonus Demografi. Ada momentumnya, pada momentum ini kami kembali mengajak refleksi konteks pemuda. Oleh karena itu momen 92 tahun ini adalah momen yang baik. Untuk mempertemukan pemuda dengan berbagai latar belakanguntukmembicarakanisu-isuyangberkaitandenganpemudamelaluirangkaiantalkshowseriesdankegiatan simposium pemuda. Maka Merial Institute bersama Kemenpora RI dan seluruh stakeholder, berjalan bersama, mendefiniskan ulang konsep untuk keberlanjutan pemuda agar lebih baik dengan mengadakan “Simposium 92 Tokoh Pemuda” dalam rangka menyambut HariSumpah Pemuda, yang akan dilaksanakan pada Minggu, 25 Oktober 2020 di DjakartaTheater.

SimposiumPemudaadalahsebuahharapanbesaruntukberkolaborasidalampembangunanpemudakedepan.Ribuan gagasan, ribuan insiatif, dan berbagai kegiatan telah dilakukan untuk Indonesia, dan 92 tokoh pemuda akan duduk bersamadalamsemangatuntukbekerjasamamenanggulangiberbagaimasalah,sehinggamimpikitauntukIndonesia yanglebihbaikmasihlahmungkin.Adapun3tujuandarikegiataniniadalahuntukmempublikasidanmensosialisasikan evaluasi kinerja pemerintah terkait pemuda di seluruh Indonesia, menciptakan big data pemuda yang mana menjadi basisdataprimeruntukpemudadalamkontekskependudukansertamelakukanpemetaanterhadap92tokohpemuda yang berdampak. (Icho)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *