Awali Tahun 2020, SCG Hidupkan Konsep Ekonomi Sirkular sebagai Solusi untuk Menerapkan Sustainable Development melalui Kolaborasi dengan Berbagai Pemangku Kepentingan

SCG Indonesia Mengusung Pentingnya Kolaborasi dan Keterlibatan Berbagai Pemangku Kepentingan dalam Mewujudkan Kehidupan yang Berkelanjutan

SCG Indonesia Percaya Bahwa Konsep Sirkular Ekonomi Bisa Diterapkan Dengan Mudah dalam Kehidupan Sehari-hari

Jakarta, 22 Januari 2020 – Mengawali tahun 2020, perusahaan konglomerasi terkemuka di ASEAN, SCG mengajak semua pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dan berbuat nyata guna mewujudkan kehidupan berkelanjutan melalui praktek ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari. Upaya ini akan diwujudkan dalam penyelenggaraan SCG Sustainable Development (SD) Symposium Indonesia 2020: Circular Economy, Collaboration for Action yang akan digelar pada 22 Februari mendatang.

Forum pertemuan para pemimpin global ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di Indonesia dan bertujuan untuk saling berbagi pengalaman implementasi ekonomi sirkular, baik di bisang bisnis, birokrasi, maupun komunitas. Kemudian melakukan kolaborasi diantara para pemangku kepentingan terkait, untuk mewujudkan praktek ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari.

This slideshow requires JavaScript.

“Hal ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bersama akan pentingnya ekonomi sirkular untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Lebih jauh lagi, SCG menyadari bahwa kolaborasi dari berbagai pihak dibutuhkan dalam mengimplementasikan konsep ekonomi sirkular. Sebagai negara dengan populasi terbesar di ASEAN dan merupakan salah satu negara terkuat dari sisi Ekonomi dan Politik, posisi Indonesia sangat strategis untuk menjadi negara pendorong praktek ekonomi sirkular, tidak hanya di kawasan ASEAN, bahkan dunia,” jelas Wiroat Rattanachaisit, Country Director – SCG Indonesia.

Sebagai penanda, pada hari ini (22/1) dilaksanakan acara SCG Welcoming Circular 2020, di Jakarta. SCG ingin menggugah kesadaran masyarakat untuk senantiasa berperilaku sirkular, artinya mulai dari mengedukasi hingga memberi contoh untuk menggunakan sebesar-besarnya manfaat dari sumber daya, dan menekan semaksimal mungkin jumlah sampah atau limbah.
Dengan kata lain konsepnya adalah make – use – return. Praktek ekonomi sirkular sangat mungkin untuk dilakukan di Indonesia; konsep ini sudah mulai dilirik oleh banyak pihak, termasuk oleh pemerintah Indonesia; sebagai solusi yang paling tepat dalam mencapai kehidupan berkelanjutan.

Dr. Ir. Nani Hendiarti, M.Sc, Asisten Deputi Bidang Koordinasi SDM, Sainstek dan Budaya Maritim, Kemenko Maritim dan Investasi yang turut hadir di acara hari ini mengungkapkan,
“Faktanya, saat ini sampah yang bisa dikelola di negara kita baru 67 persennya saja. Konsep sirkular ekonomi seperti yang diusung oleh SCG ini, dapat menjadi solusi untuk Indonesia.

Misalnya apabila kita memproduksi plastik, selain sebagai barang jadi, juga bisa dipakai ulang. Akhirnya kita bisa minimalisasi sampah. Tentu saja perlu banyak kampanye ke masyarakat sehingga meraka tahu barang yang mereka punya bisa digunakan kembali, bukan langsung dibuang,”

Dalam acara hari ini melalui sesi workshop pembuatan kreasi daur ulang dari bahan bekas, SCG juga menunjukkan bahwa praktek ekonomi sirkular sangat mungkin untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan bernilai ekonomi. SCG Indonesia telah membuktikannya, baik secara internal oleh para karyawan, maupun melalui program-program unggulannya. Mulai dari beasiswa tingkat SMA dan Universitas yang mengusung tema ekonomi sirkular, hingga pembinaan terhadap kelompok warga di Soreang, Bandung melalui kelompok mahasiswa penerima beasiswa SCG Sharing the Dream, untuk pengolahan limbah tekstil menjadi barang yang memiliki nilai jual.

“SCG mengajak semua pihak agar ambil bagian dalam menerapkan ekonomi sirkular dan kehidupan berkelanjutan, karena jika kita lakukan saat ini, akan menjadikan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Sekaligus Kami nantikan kehadiran para pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dan tukar pengalaman di acara SD Symposium Indonesia 2020: Circular Economy, Collaboration for Action pada 22 Februari mendatang,” ujar Wiroat Rattanachaisit, Country Director – SCG Indonesia.


Tentang SCG
SCG, merupakan salah satu grup konglomerasi terkemuka di kawasan ASEAN, terdiri dari tiga bisnis utama, yakni: Cement-Building Materials, Chemicals, dan Packaging. Melalui lebih dari 200 perusahaan dan sekitar 57.000 karyawan, SCG menciptakan dan mendistribusikan produk dan layanan inovatif yang menjawab kebutuhan konsumen saat ini dan masa depan.

SCG memulai operasi bisnis di Indonesia sejak 1995 dengan bisnis perdagangan dan secara bertahap mengembangkan investasinya dalam bisnis yang berbeda pada industri cement-building materials, chemicals, dan packaging. Hingga hari ini, memiliki total 29 perusahaan di seluruh Indonesia dan memiliki sekitar 8.300 karyawan.

SCG menawarkan variasi produk dan layanan premium. Produk yang ditawarkan adalah produk struktural di bawah merek ‘SCG’ termasuk Semen SCG, bata ringan SCG Smartblock, SCG pipe dan precast, beton siap pakai ‘Jayamix by SCG’,  dinding keramik, lantai, dan keramik atap di bawah merek ‘KIA’. SCG juga menawarkan produk PVC resin, corrugated containers, dan kemasan offset printing. SCG juga menawarkan produk Gypsum, semen fiber dan produk kimia upstream-downstream dari bisnis joint-venture dengan mitra industri Indonesia ternama. Selain itu, SCG juga memiliki bisnis distribusi bahan bangunan dan layanan terminal dermaga yang mendukung penjualan dan logistik untuk bisnis di seluruh Indonesia.

About Author: R Indra Rezky Kencana Dewa

Gravatar Image
MICE & Lifestyle Portal Contact: +628979799878 [WA] ; +628118115567 [Call] Advertising: =6287889015567 [Text] Email: [email protected]

Leave a Reply